Tautan-tautan Akses

AS

Trump Akui Rusia Retas DNC untuk Pengaruhi Pemilu AS

  • Mary Alice Salinas

Presiden terpilih Donald Trump dalam konferensi pers di Manhattan, New York, 11 Januari 2017. (REUTERS/Lucas Jackson).

Dalam konferensi pers pertamanya sejak memenangkan Gedung Putih, Donald Trump mengakui dia percaya Rusia meretas komputer Komite Nasional Demokrat (DNC) dalam upaya mempengaruhi pemilihan presiden 8 November lalu.

Untuk pertama kalinya, Presiden terpilih Donald Trump mengakui Rusia meretas komputer Komite Nasional Demokrat dalam upaya ikut campur dalam pemilihan presiden AS.

Dalam konferensi pers selama satu jam, Rabu (11/1), presiden AS mendatang ini juga membantah keras laporan yang belum dikonfirmasi bahwa Rusia memiliki informasi pribadi yang memalukan tentang dirinya. Dia juga kembali mengecam badan-badan intelijen AS.

Dalam konferensi pers pertamanya sejak memenangkan Gedung Putih, Donald Trump mengakui dia percaya Rusia meretas komputer Komite Nasional Demokrat (DNC) dalam upaya mempengaruhi pemilihan presiden 8 November lalu. "Terkait peretasan, saya pikir itu Rusia. Tapi kita juga diretas oleh negara-negara lain dan orang lain," kata Donald Trump.

​Trump tampaknya meremehkan insiden itu dengan merujuk pada serangan dunia maya yang dilancarkan oleh China terhadap AS, dan kegagalan DNC melindungi komputer mereka.

"Komite Nasional Demokrat benar-benar terbuka untuk diretas. Upaya mereka buruk. Mereka seharusnya memiliki pertahanan terhadap peretasan, seperti yang kami miliki," lanjutnya.

Trump juga sangat mengecam laporan yang belum dikukuhkan bahwa Rusia memiliki informasi memalukan dan menyudutkan tentang dirinya. "Itu semua berita palsu. Berita yang dibuat-buat. Itu tidak terjadi."

Trump memuji Presiden Rusia Vladimir Putin karena mengatakan laporan itu tidak benar, dan dia berterima kasih kepada organisasi media yang memilih untuk tidak mempublikasikan laporan itu dan mengritik badan intelijen AS.

"Mereka melihat omong kosong itu dirilis oleh, mungkin badan intelijen, siapa tahu, tapi mungkin badan intelijen, yang akan menjadi noda luar biasa pada rekor mereka," imbuhnya.

Dia juga mengecam CNN karena menayangkan tuduhan-tuduhan tersebut: "Bukan, bukan Anda. Organisasi Anda sangat buruk."

Dengan tumpukan dokumen keuangan dan hukum di depannya, Trump mengumumkan dia tidak akan melakukan divestasi dari kerajaan bisnisnya atau membuat perwalian independen selama masa kepresidenannya.

Alih-alih Trump mengatakan anak-anaknya akan menjalankan bisnis itu dan tidak membahasnya dengan dia.

Tetapi sebagian orang mengatakan ini tidak akan cukup.

"Anda tidak akan menemukan seorang pejabat atau ahli etika di negara yang independen yang percaya bahwa itu sudah cukup. Tapi cukup jelas bahwa hanya itu yang akan kita dapatkan," kata Larry Sabato, analis dan direktur politik Universitas Virginia melalui Skype.

Tapi Trump bersikeras langkah-langkah yang telah diambilnya akan cukup untuk menghindari konflik kepentingan ketika dia menjabat presiden. [uh/lt]

XS
SM
MD
LG