Tautan-tautan Akses

AS

Trump akan Izinkan Arsip Rahasia Pembunuhan JFK Dibuka


Presiden John F. Kennedy dan istrinya, Jacqueline mengendarai limusin bersama Gubernur Texas, John Connally, dari Bandara Udara Love Field di Dallas, Texas, sesaat sebelum penembakan, 22 November 1963. (AP Photo)

Dalam pesan yang mengejutkan melalui Twitter Sabtu pagi (21/10), Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa dia akan mengijinkan perilisan ribuan arsip rahasia rahasia berhubungan dengan pembunuhan Presiden John F. Kennedy 54 tahun lalu.

Namun Trump mengisyaratkan bahwa dia mungkin menahan sejumlah dokumen. Hal itu menimbulkan kehawatiran di kalangan ilmuwan yang mempelajari Kennedy bahwa Trump mungkin mendapat tekanan dari badan-badan intelijen yang mungkin merasa malu dengan arsip-arsip yang dibuka itu.

“Sesuai informasi yang diterima lebih lanjut, saya sebagai presiden akan mengijinkan JFK FILES yang telah lama diblokir dan dinyatakan rahasia, untuk dibuka,” cuit Trump melalui Twitter Sabtu pagi.

Gedung Putih kemudian mengeluarkan pernyataan yang mengisyaratkan bahwa sejumlah dokumen mungkin belum akan dirilis. “Presiden yakin bahwa dokumen-dokumen ini seharusnya dibuka demi kepentingan transparansi penuh kecuali badan-badan yang berwenang atau badan penegak hukum memberi justifikasi sebaliknya,” demikian pernyataan tersebut.

26 Oktober, Tengat Pembukaan Dokumen

Pada 1992, sebuah undang-undang yang diloloskan dengan suara bulat oleh Kongres dan ditandatangani oleh Presiden George HW. Bush mengamanatkan agar semua dokumen yang masih ada dibuka dalam waktu 25 tahun, kecuali presiden melakukan intervensi demi kepentingan keamanan nasional. Batas waktu tersebut adalah pada 26 Oktober mendatang.

Seiring mendekati tanggal dibukanya dokumen tersebut, seorang pejabat Dewan Keamanan Nasional mengatakan kepada surat kabar The Washington Post bahwa badan-badan keamanan menyerukan Trump untuk tidak membuka sejumlah dokumen. Tetapi Roger Stone, yang dikenal sebagai sahabat lama Trump, mengatakan kepada pakar teori konspirasi Alex Jones – yang juga memiliki situs sayap kanan “Infowars” – bahwa ia secara pribadi telah mendesak Trump untuk merilis semua dokumen tersebut.

Meskipun cuitan Trump di Twitter memicu antisipasi dan kecemasan dalam komunitas ilmuwan, cuitan itu juga memberi semangat pada mereka yang percaya dengan teori konspirasi.

Pihak Lain di Balik Pembunuhan JFK

Survei Gallup 2013 menunjukkan bahwa sebagian besar warga Amerika percaya ada beberapa pihak lain yang terlibat dalam pembunuhan Kennedy selain Lee Harvey Oswald.

Teori konspirasi berpendapat bahwa rincian utama seputar kematian Kennedy ditutup-tutupi terutama karena terkait dengan dugaan kecerobohan CIA dan kemungkinan keterlibatan individu dan pemerintah asing lain.

Arsip Nasional, yang menurut aturan hukum – yaitu JFK Records Collection Act of 1992 – ditunjuk sebagai tempat resmi penyimpanan seluruh dokumen terkait pembunuhan JFK, Juli lalu telah merilis beberapa dokumen lain.

Ikhtisar yang dirilis itu mencakup arsip audio hasil wawancara petugas KGB yang membelot ke Amerika beberapa bulan setelah pembunuhan itu, yang mengklaim bahwa ketika masih tinggal di Uni Sovyet, ia menjadi pejabat yang bertanggungjawab atas arsip KGB tentang Oswald.

Sebagian besar koleksi Arsip Nasional telah dibuka untuk umum sejak akhir 1990an. [em]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG