Tautan-tautan Akses

AS

Trump akan Berlakukan Sanksi Baru Terhadap Korut


Sebuah berita TV di Korea Selatan membahas Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korut Kim Jong Un, terlihat di layar TV di stasiun kereta Seoul (foto: dok). Dalam pidato di PBB Trump mengejek Kim sebagai "rocket man".  

Presiden AS Donald Trump mengatakan, Kamis, ia akan memberlakukan sanksi baru terhadap Korea Utara karena ancaman nuklirnya sewaktu ia bersiap menghadiri pertemuan dengan pemimpin Korea Selatan dan pemimpin Jepang untuk merencanakan strategi menghadapi Pyongyang.

Trump akan bertemu secara terpisah dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan PM Jepang Shinzo Abe, dan kemudian pertemuan bersama dengan keduanya pada acara jamuan makan siang di New York di sela-sela sidang Majelis Umum PBB untuk membahas usaha-usaha yang sejauh inigagal dalam menghentikan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un melakukan uji senjata nuklir dan misilnya.

Trump mengatakan, ia akan memberlakukan sanks-sanksi baru itu, namun tidak jelas bagaimana sanksi-sanksi itu akan berbeda dengan putaran sanksi sebelumnya yang diberlakukan Dewan Keamanan PBB yang menarget ekspor dan suplai energi Korea Utara.

Trump mengirim diplomat tertinggi AS, Menlu Rex Tillerson, ke sidang Dewan Keamanan, Kamis, untuk menegaskan penegakan sanksi terhadap Pyongyang yang ditujukan untuk membatasi dana bagi program pengembangan senjatanya.

PBB telah mengadopsi serangkaian sanksi terhadap Korea Utara namun sejauh ini sanksi-sanksi tersebut tidak menghentikan Kim dalam melakukan uji senjata, termasuk peluncuran misil yang melintasi wilayah udara Jepang.

Trump, dalam pidatonya, Selasa, di hadapan para pemimpin dunia di PBB, mengejek Kim sebagai "rocket man" dan mengatakan AS akan menghancurkan sepenuhnya Korea Selatan jika menyerang AS atau sekutu-sekutunya. [ab/uh]

XS
SM
MD
LG