Tautan-tautan Akses

TPS Ditutup dalam Pemilu Burkina Faso


Para petugas pemungutan suara menyiapkan surat suara untuk dihitung di sebuah tempat pemungutan suara dalam pemilihan presiden dan legislatif di Burkina Faso, Minggu, 22 November 2020.

Tempat-tempat pemungutan suara (TPS) dalam pemilihan umum di Burkina Faso, Minggu (22/11), sudah ditutup, ketika banyak bagian negara itu memilih di bawah bayang-bayang ancaman kekerasan ekstremis.

Hasilnya diperkirakan akan diketahui pada pertengahan pekan ini.

Presiden Roch Kabore, yang mencalonkan diri lagi untuk masa jabatan lima tahun ke depan, bersaing dengan 12 kandidat lain. Kabore, yang berusia 63 tahun, telah berjanji untuk mengamankan dan menstabilkan negara itu.

Kabore diperkirakan akan menang, meskipun akan bersaing ketat dengan para kandidat oposisi. Mereka adalah mantan menteri keuangan Zephirin Diabre, 61, dari Partai Kemajuan dan Perubahan yang pernah kalah dalam pilpres 2015; dan Eddie Komboigo, Ketua Partai Kongres bagi Demokrasi dan Kemajuan, partai yang menaungi mantan presiden Blaise Compaore, yang digulingkan lewat pergolakan pada 2014 setelah 27 tahun berkuasa.

Namun, Kabore harus meraih sedikitnya 51 persen suara untuk mencegah putaran kedua.

"Saya menyerukan seluruh rakyat untuk memilih, apapun pilihan mereka. Demi demokrasi Burkina Faso, demi pembangunan, demi perdamaian," kata Kabore kepada para wartawan setelah pemilu.

Dua kandidat yang beroposisi, Diabre dan Komboigo, Minggu (22/11), mengklaim bahwa pemilu itu diwarnai kecurangan dan mengatakan mereka berencana mengajukan gugatan pada Senin (23/11). Mereka tidak menunjukkan bukti atas klaim-klaim mereka.

Komisi Pemilihan Pusat Burkina Faso telah mengatakan sekitar 7 persen pemilih tidak bisa memilih karena khawatir akan kekerasan di sebelah utara dan timur negara itu, yang telah menewaskan lebih dari 2.000 orang tahun ini saja. [vm/ft]

Recommended

XS
SM
MD
LG