Tautan-tautan Akses

Topan Telantarkan Ribuan Orang, Banjiri Desa-desa di Filipina


Anak-anak menggunakan lemari es sebagai perahu untuk menyeberangi gang banjir di Candaba, Pampanga, utara Manila, Filipina, 18 Desember 2015, sebagai ilustrasi. (Foto: AFP)

Topan yang bergerak cepat memaksa ribuan warga desa mengungsi di provinsi-provinsi di bagian selatan ibu kota Filipina pada Senin (25/10), membuat desa-desa kebanjiran dan menerbangkan atap-atap rumah, kata para pejabat.

Belum ada laporan mengenai korban Topan Molave, tetapi pihak berwenang melaporkan sedikitnya satu orang hilang dan tujuh lainnya diselamatkan setelah yacht mereka tenggelam di lepas pantai Provinsi Batangas, di sebelah selatan Manila.

Topan itu membawa angin berkecepatan 125 km/jam dan hembusan hingga 180 km/jam. Para pakar cuaca pemerintah sebelumnya memperkirakan Molave akan mulai meninggalkan negara itu ke arah Laut China Selatan pada hari Senin (26/10).

Sedikitnya 25 ribu warga desa mengungsi, dengan sekitar 20 ribu berlindung di sekolah-sekolah dan gedung-gedung pemerintah yang diubah menjadi pusat evakuasi, jelas Kantor Pertahanan Sipil.

“Warga desa sekarang meminta diselamatkan karena tiupan angin mendadak yang menerbangkan atap,” kata Gubernur Provinsi Oriental Mindoro Humerlito Dolor kepada radio DZMM.

Dolor mengatakan guyuran hujan pada Minggu (25/10) malam membanjiri desa-desa pertanian di provinsinya, disusul oleh angin kencang yang menumbangkan pohon dan tiang-tiang listrik pada Senin (26/10) pagi, memutuskan aliran listrik. Pihak berwenang membersihkan jalan dari pohon tumbang dan puing-puing di sejumlah kota setelah topan berlalu, ujarnya.

Lebih dari 1.800 supir truk kargo, karyawan dan penumpang telantar di pelabuhan-pelabuhan setelah garda pantai melarang kapal dan feri berlayar di laut yang berombak besar. Sekitar 20 topan dan badai setiap tahun menghantam Filipina. [uh/ab]

Recommended

XS
SM
MD
LG