Tautan-tautan Akses

Badai Phanfone Rusak Suasana Natal Ribuan Warga Filipina


Phanfone menghantam ujung selatan pulau Samar, Filipina dengan angin berkecepatan 150 kilometer per jam, Selasa (24/12).

Badai Phanfone menghantam Filipina tengah, Selasa (24/12), sehingga membuat ribuan warganya tidak bisa mudik untuk merayakan liburan Natal, dan memaksa banyak orang lainnya mengungsi untuk menyelamatkan diri.

Badai tropis itu berubah menjadi topan segera setelah mendarat pada malam menjelang natal, di negara yang mayoritas penduduknya Katolik ini. Namun laporan-laporan pendahuluan menyebutkan tidak ada korban tewas diakibatkannya.

Phanfone menghantam ujung selatan pulau Samar dengan angin berkecepatan 150 kilometer per jam, mematahkan ranting pohon-pohon, serta merobohkan tiang-tiang listrik dan menara-menara transmisi telepon seluler.

"Tidak ada kerusakan hebat kecuali pada rumah-rumah yang terbuat dari bahan-bahan ringan,” kata Ben Evardone, gubernur provinsi Samar Timur. Ia juga mengatakan, tidak ada laporan mengenai korban tewas di lokasi itu.

Sejumlah pejabat setempat mengatakan, sedikitnya 17.000 orang dievakuasi dari kawasan-kawasan pantai, dan kawasan-kawasan lain yang rawan tanah longsor.

Semua kapal yang diperkirakan akan menempuh rute pergerakan badai diperintahkan tetap merapat di pelabuhan, sementara banyak penerbangan komersial dibatalkan sehingga menyulitkan ribuan orang berniat mudik ke kampung halaman mereka.

Kata pejabat pertahanan sipil Reyden Cabrigas, ada sebagian keluarga yang tidak mau mengungsi karena ingin merayakan natal di rumah masing-masing, tapi para petugas akan memaksa mereka untuk mengungsi.

Badai Phanfone diramalkan akan melintasi pulau-pulau Filipina tengah sampai hari Rabu (25/12) sebelum bergerak ke Laut China Selatan. Badai Phanfone lebih lemah dari topan super Haiyan yang melanda kawasan sama pada tahun 2013 dan mengakibatkan 7.300 orang tewas atau hilang.​ [ab/uh]

Lihat komentar

Recommended

XS
SM
MD
LG