Tautan-tautan Akses

Tokyo Peringati 25 Tahun Serangan Gas Saraf


Shizue Takahashi, istri dari salah satu pekerja yang tewas dalam serangan gas saraf di Kasumigaseki, Tokyo, 20 Maret 1995, ikut mengheningkan cipta dalam peringatan 25 tahun serangan tersebut, 20 Maret 2020.

Keluarga dan kerabat dekat para korban melakukan kegiatan berdoa dan mengheningkan cipta untuk memperingati 25 tahun serangan gas saraf di kereta bawah tanah di Tokyo yang menewaskan 13 orang, Namun acara peringatan yang lebih besar dibatalkan karena wabah virus corona di negara itu.

Serangan yang dimotori pemimpin sekte Hari Kiamat Aum Shinrikyo pada 20 Maret 1995 itu, mencederai ribuan orang dan memaksa negara yang relatif aman itu menghadapi resiko terorisme perkotaan.

Pada Jumat (20/3), para pekerja kereta bawah tanah (subway) menundukkan kepala mereka dalam keheningan di stasiun Kasumigaseki, yang menjadi target utama serangan itu.

Shizue Takahashi (73), janda asisten manajer stasiun itu yang menjadi salah satu korban tragedi tersebut, meletakan karangan bunga di sebuah altar yang telah dipersiapkan sebelumnya di stasiun tersebut. “Meski saya tidak lagi bisa melihat suami saya, ia selalu bersama saya selama 25 tahun terakhir, “ katanya.

Ia sebetulnya berencana menghadiri upacara peringatan yang lebih besar dengan banyak keluarga korban lainnya. Namun, acara itu dibatalkan terkait upaya pencegahan penyebaran virus corona.

Dalam serangan itu, sejumlah anggota sekte Hari Kiamat menggunakan ujung payung untuk melubangi kantong-kantong plastik berisi sarin, gas saraf maut, dalam gerbong-gerbong kereta yang bergerak mendekati Kasumigaseki, distrik pemerintahan utama. [ab/uh]

Lihat komentar

Recommended

XS
SM
MD
LG