Tautan-tautan Akses

Tokoh Masyarakat Sambut Gembira Putusan Sidang Kasus Pembunuhan Ahmaud Arbery


Ibunda Ahmaud Arbery, Wanda Cooper-Jones, memeluk seorang pendukungnya setelah juri memutuskan terdakwa pembunuh Arbery bersalah dalam persidangan di Pengadilan Glynn County, Georgia, pada 24 November 2021. (Foto: AP/Stephen B. Morton)
Ibunda Ahmaud Arbery, Wanda Cooper-Jones, memeluk seorang pendukungnya setelah juri memutuskan terdakwa pembunuh Arbery bersalah dalam persidangan di Pengadilan Glynn County, Georgia, pada 24 November 2021. (Foto: AP/Stephen B. Morton)

Tiga laki-laki kulit putih yang didakwa atas kematian Ahmaud Arbery, hari Rabu (24/11) dinyatakan bersalah dalam penembakan fatal yang menjadi bagian dari perenungan yang lebih luas terhadap masih terus terjadinya ketidakadilan rasial.

Putusan terhadap Greg McMichael, putranya Travis McMichael dan tetangga mereka William “Roddie” Bryan disampaikan setelah juri berunding selama sekitar 10 jam.

Ketiganya menghadapi hukuman minimal seumur hidup di penjara. Hakim kelak akan memutuskan apakah putusan itu akan mencakup kemungkinan atau tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat.

Berbicara di luar sidang pengadilan di Georgia itu, pemimpin hak-hak sipil Al Sharpton mengatakan keluarga Arbery kini merasa lega dan menyambut gembira putusan itu.

Pendeta sekaligus tokoh pejuang hak-hak sipil Al Sharpton (paling depan) berbicara dalam aksi unjuk rasa menentang diskriminasi terhadap warga kulit hitam di AS di Washington, pada 28 Agustus 2020. (Foto: AP)
Pendeta sekaligus tokoh pejuang hak-hak sipil Al Sharpton (paling depan) berbicara dalam aksi unjuk rasa menentang diskriminasi terhadap warga kulit hitam di AS di Washington, pada 28 Agustus 2020. (Foto: AP)

“Biarkan berita ini menyebar luas ke seluruh dunia, bahwa juri yang terdiri dari 11 warga kulit putih dan 1 warga kulit hitam di Deep South berdiri di ruang sidang dan mengatakan bahwa nyawa orang kulit hitam itu berharga (Black Lives Matter),” ujar Sharpton.

Travis McMichael berdiri ketika hakim membacakan putusan juri, sementara salah seorang pengacaranya memegang bahunya. Ada saat di mana Travis menundukkan kepalanya. Setelah vonis dibacakan, ia berdiri untuk meninggalkan ruangan sambil membisikkan kalimat “aku cinta kamu” kepada ibunya, yang duduk di bagian pengunjung sidang.

Sementara ayah Arbery, Marcus Arbery Sr. terlihat menangis dan memeluk para pendukung mereka di luar ruang sidang. “Ia (Ahmaud.red) tidak melakukan apa-apa,” ujar sang ayah lirih. “Ia hanya berlari dan bermimpi.” [em/lt]

XS
SM
MD
LG