Tautan-tautan Akses

Tingkat Kasus Malnutrisi dan Penyakit di Kawasan Kemarau Pakistan Luar Biasa Tinggi

update

Seorang ibu pengungsi dari daerah yang dilanda kekeringan, bersama bayi laki-lakinya, yang menderita infeksi perut, di Rumah Sakit Sipil di Mithi, provinsi Sindh, Pakistan, 12 Maret 2014. (Foto: dok).

Tingkat kasus malnutrisi dan penyakit di kawasan-kawasan yang dilanda kemarau di Pakistan luar biasa tinggi, kata Dr. Thomas Gurtner, Direktur Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) cabang Pakistan.

Ia mengungkapkan, resiko yang dihadapi perempuan dan anak lebih tinggi dibanding laki-laki karena laki-laki sering bekerja di kota di mana tersedia akses yang lebih luas ke makanan dan air besih.

Menurut Gurtner, perempuan dan anak sering terpaksa meminum air dari sumber-sumber yang sudah terkontaminasi. Meminum air yang tercemar, katanya, bisa mengakibtkan muntah-muntah, diare dan demam yang bisa mengakibatkan kondisi malnutrisi.

Provinsi Sindh dan provinsi Balochistan di Pakistan selatan merasakan akibat paling buruk dari kemarau itu.

Diperkirakan lima juta orang terdampak kemarau, kata IFRC, yang menyebutkan bahwa kemarau itu diakibatkan suhu udara yang tidak biasanya tinggi dan curah hujan yang di bawah rata-rata.

Gurtner mengatakan IFRC telah menyerahkan bantuan sekitar 315.000 dolar untuk organisasi Sabit Merah Pakistan untuk memenuhi kebutuhan sekitar 15.000 orang yang paling parah terdampak kemarau itu. [ab]

XS
SM
MD
LG