Tautan-tautan Akses

Tindak Keras Demonstran, AS dan 20 Negara Lain Kecam Kuba


Aksi demonstrasi anti pemerintah di Havana di tengah perebakan COVID-19 di Kuba (foto: dok).
Aksi demonstrasi anti pemerintah di Havana di tengah perebakan COVID-19 di Kuba (foto: dok).

AS dan 20 negara lain pada Senin (26/7) mengecam Kuba karena menindak keras ribuan demonstran yang menuntut kebebasan. Washington menyerukan Havana untuk membebaskan para demonstran itu dan memulihkan akses internet di negara itu.

“Hari ini, negara-negara demokrasi di seluruh dunia bersatu untuk mendukung rakyat Kuba, menyerukan pemerintahan Kuba untuk menghormati tuntutan HAM Kuba,” kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dalam pernyataan.

Dia mengatakan pemerintah Kuba, yang telah menangkap ratusan demonstran, “telah merespon, bukan dengan mengakui suara rakyatnya sendiri, tapi dengan membungkam suara-suara itu lewat penahanan sepihak dan pengadilan tanpa jaminan proses hukum.”

Pernyataan gabungan itu mengatakan bahwa puluhan ribu warga Kuba yang turun ke jalan-jalan pada 11 Juli “mempraktekkan kebebasan berekspresi dan berkumpul, hak-hak yang tertera” dalam piagam HAM internasional.

“Kami mendesak pemerintah Kuba untuk mendengarkan suara dan tuntutan rakyat Kuba,” kata pernyataan gabungan itu. “Masyarakat internasional tidak akan mengurangi dukungan pada rakyat Kuba dan mereka yang memperjuangkan kebebasan dasar yang berhak dimiliki rakyat.”

Selain AS, negara-negara lain yang memberikan pernyataan itu adalah Austria, Brasil, Kolombia, Kroasia, Siprus, Republik Ceko, Ekuador, Estonia, Guatemala, Yunani, Honduras, Israel, Latvia, Lithuania, Kosovo, Montenegro, Macedonia Utara, Polandia, Korea Selatan dan Ukraina. [nm/jm]

Recommended

XS
SM
MD
LG