Tautan-tautan Akses

Tillerson: AS Dukung Zimbabwe yang Damai, Demokratis, dan Sejahtera


Emmerson Mnangagwa (kiri) diambil sumpahnya sebagai Presiden baru Zimbabwe dalam upacara pelantikan di Harare Jumat (24/11) lalu.

Robert Mugabe mengundurkan diri dari jabatan presiden Zimbabwe pekan lalu setelah Parlemen memulai proses pemakzulan terhadapnya, mengakhiri pemerintahannya yang menindas selama 37 tahun dan membuka negara itu pada apa yang dikatakan Menlu Amerika Rex Tillerson "kesempatan luar biasa untuk menentukan sendiri arahnya yang baru."

Mugabe terpilih sebagai perdana menteri pertama Zimbabwe tahun 1980 dan menjadi presiden tahun 1987 setelah perubahan konstitusi menciptakan lembaga eksekutif. Ia berkuasa sejak itu.

Selama pemerintahannya, Amerika mengecam peningkatan serangan pemerintah terhadap HAM dan aturan hukum, dan bersama sebagian besar masyarakat dunia menghimbau Pemerintah Zimbabwe melaksanakan evolusi demokrasi yang damai. Penggantinya, mantan Wakil Presiden Emmerson Mnangagwa telah dilantik dan ia menjanjikan "awal demokrasi baru yang sedang berlangsung."

"Dengan pengunduran diri Robert Mugabe, hari ini menandai momen bersejarah bagi Zimbabwe," kata Menlu Tillerson dalam sebuah pernyataan.

"Kami mengucapkan selamat kepada semua rakyat Zimbabwe yang menyampaikan suara mereka dengan damai dan jelas bahwa perubahan seharusnya sudah dilakukan sejak lama," tambahnya.

Amerika "menantikan dan mengharapkan pemilihan umum yang bebas dan adil," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Heather Nauert.

"Rakyat Zimbabwe dengan tegas menyuarakan keinginan mereka akan era baru untuk mengakhiri isolasi Zimbabwe yang memungkinkan negara itu bergabung kembali dengan masyarakat internasional. Masa depan Zimbabwe harus ditentukan oleh rakyat di negara itu," imbuhnya.

Selanjutnya, Menlu Tillerson juga mengatakan, "Kami mendesak para pemimpin Zimbabwe untuk menerapkan reformasi politik dan ekonomi yang sangat dibutuhkan demi masa depan yang lebih stabil dan menjanjikan bagi rakyat Zimbabwe. Kami akan terus mendukung rakyat Zimbabwe sambil reformasi ini terus berlanjut."

Duta Besar Amerika untuk Zimbabwe Harry Thomas menyinggung keterlibatan Amerika dengan Zimbabwe di masa depan, dan Presiden Mnangagwa akan bergantung pada langkah-langkah keterlibatan tersebut. "Ini adalah hari baru, kesempatan baginya dan kabinetnya untuk menjalankan konstitusi Zimbabwe 2013 yang indah. Itulah yang akan kita sampaikan pada mereka. Ini adalah konstitusi Anda, ini demokratis, ini adalah hal yang anda dukung sewaktu menjadi Menteri Kehakiman kemudian sebagai Wakil Presiden, ini untuk rakyat Anda. Jadi wujudkan dan Amerika Serikat akan mencari cara untuk bermitra. "

Amerika adalah pemberi bantuan pembangunan dan kemanusiaan terbesar bagi rakyat Zimbabwe dan menyumbang 253 juta dolar tahun lalu.

"Amerika," kata Menlu Tillerson," sangat mendukung Zimbabwe yang damai, demokratis, dan sejahtera." [my]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG