Tautan-tautan Akses

Kepolisian Laut Malaysia Telah Bebaskan 3 WNI


Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa
Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa

Menurut Menlu, tidak ada pertukaran tahanan antara kedua negara, dan Indonesia hanya melakukan kesepakatan secara diplomatik.

Tiga staf Kementerian Kelautan dan Perikanan yang ditangkap polisi laut Malaysia, di daerah perbatasan di kawasan Bintan, Sumatera, telah dibebaskan, pada Selasa pagi. Demikian menurut Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, usai mengikuti upacara peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-65 di Istana Merdeka.

Saat ini mereka berada di kantor Konsulat Jenderal Indonesia di Johor, Malaysia. Namun, kata Marty, penangkapan tiga warga Indonesia ini bukanlah sebagai balasan atas penangkapan tujuh nelayan Malaysia, pada saat yang sama.

“Saya deal dengan fakta saja. Pagi hari ini setelah upaya intensif sepanjang hari kemarin, iota sudah bisa pastikan rekan-rekan kita sudah bisa kembali dari Malaysia . Ada dua tugas kami, pertama mengembalikan rekan-rekan kami itu dan kedua, masalah prinsipil yaitu penghormatan terhadap wilayah kita. Saya tidak pernah gunakan istilah barter (pertukaran), prosesnya sudah selesai,” jelas Menlu Natalegawa.

Tiga aparat pengawas perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Provinsi Kepulauan Riau, ditangkap Polisi Malaysia pada Jumat lalu. Para petugas yang sedang berpatroli, saat itu memergoki lima kapal nelayan Malaysia tengah mencuri ikan di perairan Tanjung Berakit, sebelah utara Pulau Bintan.

Mereka kemudian menggandeng kapal serta membawa nelayan Malaysia itu dalam dua iring-iringan kapal. Namun, dalam perjalanan menuju markas Polair Polda Kepulauan Riau, mereka dihadang oleh Polisi Malaysia yang meminta agar tujuh nelayan itu dibebaskan. Sempat terjadi insiden penembakan ke udara oleh Polisi Malaysia.

Perbatasan wilayah Indonesia-Malaysia masih sering menimbulkan perselisihan kedua negara.
Perbatasan wilayah Indonesia-Malaysia masih sering menimbulkan perselisihan kedua negara.

Sementara dua petugas Pengawas Perikanan berhasil membawa tujuh nelayan Malaysia ke markas Polair di Sekupang, Batam, tiga petugas lainnya justru digiring aparat Malaysia menuju Johor.

Duta Besar Malaysia , Dato' Syed Munshe Afdzaruddin Bin Syed Hassan, kepada VOA membantah penangkapan tersebutdilakukan dengan sengaja, karena wilayah Tanjung Berakit adalah kawasan perairan bebas.

“Mereka (tujuh nelayan malaysia yang ditangkap oleh petugas Indonesia ) hanya nelayan tradisional, bukan masalahnya saling ceroboh atau apa. Ini juga terjadi di Selat Malaka,” kata Dubes Malaysia.

Ia menambahkan insiden di Bintan tersebut adalah isu kecil. Proses negosiasi sudah dilakukan atas kesepakatan kedua negara, dan tidak akan mengganggu hubungan bilateral Indonesia dan Malaysia.

“Mereka (tiga WNI, petugas DKP) sudah dipulangkan (dibebaskan). Ini isu kecil saja di tepian, kita selesaikan secara persahabatan saudara serumpun. Hubungan bilateral kedua negara baik-baik, sempurna, ini masalah kecil saja,” jelas Dubes Malaysia lagi.

Sementara itu tujuh nelayan Malaysia yang ditahan, sudah diperiksa penegak hukum dan kemudian dideportasi.

XS
SM
MD
LG