Tautan-tautan Akses

RS Florida Kehabisan Tempat Akibat Lonjakan Kasus COVID


Petugas kesehatan di sebuah lokasi tes Covid-19 di di Miami Beach, Florida, di tengah pandemi corona, 17 Juli 2020. (Foto: dok).

Empat puluh lima rumah sakit di negara bagian Florida, AS, Senin (20/7) melaporkan tentang tidak tersedianya tempat tidur di unit perawatan intensif mereka, sementara lonjakan kasus virus corona di AS menimbulkan tekanan terhadap sistem layanan kesehatan.

Florida melaporkan lebih dari 12 ribu kasus baru hari Minggu, hari kelima berturut-turut di mana angka kasus baru tercatat melebihi 10 ribu.

Kawasan Miami sangat terpukul oleh wabah itu, dengan sembilan dari 45 rumah sakit yang kewalahan menampung pasien terletak di Kabupaten (County) Miami-Dade.

Francis Suarez, Wali Kota Miami, memberlakukan denda lebih keras mulai hari Senin (20/7) bagi siapa pun yang tidak mengenakan masker di tempat umum. Denda bagi pelaku pelanggaran pertama ditetapkan 50 dolar dan akan meningkat hingga 500 dolar untuk yang berulang kali melanggar peraturan itu.

Seorang staf medis merawat pasien Covid-19 di Unit Perawatan Intensif (ICU), Rumah Sakit Rahmat Scripps di Chula Vista, California, AS, 12 Mei 2020. (REUTERS / Lucy Nicholson / File Foto)
Seorang staf medis merawat pasien Covid-19 di Unit Perawatan Intensif (ICU), Rumah Sakit Rahmat Scripps di Chula Vista, California, AS, 12 Mei 2020. (REUTERS / Lucy Nicholson / File Foto)

Di tempat lain, Wali Kota Los Angeles Eric Garcetti, Minggu (19/7) mengatakan ia sedang di ambang mengeluarkan perintah tinggal di rumah lagi bagi kota terbesar kedua di AS ini. Garcetti menyalahkan pemerintahan Trump atas apa yang ia katakan sebagai kurangnya kepemimpinan nasional dalam memerangi penyakit tersebut.

“Ini dipolitisasi sewaktu seharusnya ini membuat bersatu. Kami dibiarkan sendiri sewaktu kami seharusnya mendapat bantuan,” katanya kepada CNN hari Minggu 919/7). “Berhentilah memberitahu masyarakat bahwa ini akan segera berakhir. Kalau kita tidak bersatu sebagai bangsa dengan pemimpin nasional, kita akan lihat lebih banyak lagi orang meninggal,” lanjutnya.

Di tingkat nasional, AS mencatat lebih dari 500 kematian dan 63 ribu kasus baru terkonfirmasi pada hari Minggu (19/7), dan sejauh ini memimpin di dunia dalam kedua angka tersebut.

Di Eropa, para pemimpin berfokus pada pemulihan ekonomi yang terdampak pandemi, sewaktu mereka berupaya menyepakati suatu paket penyelamatan bernilai ratusan miliar dolar.

Pembicaraan itu ditargetkan selesai Sabtu lalu. Tetapi karena sejumlah negara di benua itu tidak menyepakati cakupan rencana tersebut dan apakah paket itu harus memuat pengawasan pengeluaran yang ketat, perundingan berlanjut hingga Senin.

Eropa mencatat lebih dari 3 juta kasus Covid-19 terkonfirmasi dan lebih dari 200 ribu kematian. Virus corona telah membuat Uni Eropa terjerumus memasuki resesi yang dalam, dengan ekonom memprediksi ekonomi blok tersebut akan menyusut 8,3 persen tahun ini.

Para pejabat kesehatan di Korea Selatan, Senin (20/7) melaporkan kondisi membaik dengan 26 kasus baru terkonfirmasi, dan hanya empat di antaranya yang ditularkan secara lokal. Ini adalah angka terendah dalam dua bulan belakangan.

Wakil Menteri Kesehatan Kim Gang-lip mendesak warga agar tetap siaga dalam upaya mereka untuk menghentikan penyebaran virus, mendorong mereka menghindari kerumunan besar dan mempertimbangkan untuk tinggal di rumah selama liburan musim panas.

Sementara itu presiden Chili, telah mengumumkan rencana terdiri dari lima bagian untuk memulai kembali aktivitas di negara penghasil tembaga terbesar di dunia itu, setelah sejumlah kawasan menunjukkan tingkat infeksi yang membaik.

“Perbaikan selama lima pekan ini memungkinkan kita untuk memulai tahap baru hari ini,” kata Presiden Sebastian Pinera, Minggu (19/7). “Rencana ini, yang akan dilakukan setahap demi setahap, secara berhati-hati, dengan bijak, akan diterapkan secara bertahap dan dengan fleksibel,” ujarnya.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, Chili mencatat 2.300 kasus baru hari Minggu, membuat angka totalnya melebihi 328 ribu kasus terkonfirmasi dan hampir 8.500 kematian. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG