Tautan-tautan Akses

Thailand Dukung Survei Bersihkan Pulau-pulau Kecil di Sepanjang Sungai Mekong


Kapal kargo China berlayar di sungai Mekong di dekat Segitiga Emas di perbatasan antara Laos, Myanmar dan Thailand 1 Maret 2016 (Foto: dok).

Proyek yang dikenal sebagai Rencana Pembangunan untuk Navigasi Internasional di Sungai Lancang-Mekong (2015-2025) itu direncanakan dalam tiga tahap, dengan survei awal, desain, dan penilaian dampak lingkungan dan sosial.

Pemerintah Thailand mendukung rencana China untuk menghilangkan pulau-pulau kecil di Sungai Mekong sebagai bagian dari proyek selama satu dekade untuk meningkatkan navigasi pelayaran dari provinsi Yunnan, China, ke Luang Prabang di Laos.

Proyek yang dikenal sebagai Rencana Pembangunan untuk Navigasi Internasional di Sungai Lancang-Mekong (2015-2025) itu direncanakan dalam tiga tahap, dengan survei awal, desain, dan penilaian dampak lingkungan dan sosial.

“Perbaikan” navigasi akan mencakup 630 kilometer dari China ke perbatasan Myanmar dan sepanjang 243 kilometer dari perbatasan itu ke Luang Prabang. Tujuan proyek itu adalah untuk membuat sungai Mekong dapat dilalui oleh kapal-kapal kargo berbobot 500 ton.

Tahap kedua, dimulai pada tahun 2020, meliputi perbaikan navigasi lebih dari 259 kilometer, serta pembangunan pelabuhan-pelabuhan kapal kargo dan penumpang.

Tapi rencana yang disetujui oleh Kabinet Thailand pada akhir Desember itu telah memicu protes dari kalangan konservasionis yang mengatakan bahwa menghilangkan pulau-pulau di sepanjang sungai itu akan membawa “dampak bencana” bagi satwa air dan masyarakat lokal.

Pada tahun 2015 diperkirakan 3.500 kapal komersial, sebagian besar berbobot antara 100-300 ton, melakukan pelayaran mengangkut barang ke Thailand. [lt]

XS
SM
MD
LG