Tautan-tautan Akses

AS

Texas Sampaikan Selamat Jalan kepada Presiden George HW Bush


Peti jenazah mendiang Presiden George H.W. Bush berselimut bendera Amerika Serikat, dijaga oleh seorang petugas, dalam gerbong kereta bernomor 4141 rute Spring-College Station, melewati kawasan Magnolia, Texas, Texas, Kamis, 6 Desember 2018.

Pada penghujung jajaran bendera di salah satu trotoar di Houston, di luar pintu gerbang menuju West Oak Drive South, berdiri tempat peringatan sementara yang dipenuhi bunga dan boneka beruang, untuk menghormati warga setempat yang lebih dari sekadar seorang presiden.

Donna Plat, yang tinggal di dekat kawasan itu menyatakan ia dan para tetangganya kerap bertemu dan disapa George HW Bush yang akan ke bank atau toko swalayan di sekitar sana.

Meskipun lahir di New England, Texas merupakan negara bagian di mana Bush membangun bisnis minyaknya setelah berdinas di Angkatan Laut semasa Perang Dunia II, dan tempat di mana ia memulai karier politiknya. Kepulangan terakhir presiden ke-41 Amerika Serikat itu ke kawasan barat Texas, yang ia wakili di Kongres pada tahun 1960-an, dan tempat yang ia jadikan kediamannya selama tiga dekade terakhir ini, merupakan peristiwa yang disambut oleh pendukung kedua partai besar di Amerika.

“Saya merasa ini seperti peristiwa bersejarah,” kata Sylvia Epperson, yang mengaku tidak memilihnya, namun ia tetap menunggu selama hampir dua jam, menumpangi sebuah bus yang membawanya ke Gereja Episkopal St Martin, di mana ia dan ribuan orang lainnya memberikan penghormatan terakhir kepada Presiden Bush.

“Hanya 45 orang yang menjadi presiden Amerika sejauh ini. Mereka bertanggungjawab atas tugas yang luar biasa besar. Ini sesuatu yang tidak boleh dianggap enteng. Dan saya kira Presiden George HW Bush tidak menganggap remeh itu.”

“Seorang pemimpin hebat,” kata Carl Dry, komandan pos Veterang Perang di Luar Negeri (VFW) di Navasota, Texas. “Presiden Bush adalah seorang veteran VFW, dan kami menghormati semua veteran kami.”

Pemakaman Mendiang Presiden AS ke-41 George H.W. Bush
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:03:02 0:00

Perjalanan peti jenazah Presiden Bush melalui Navasota dengan kereta merupakan peristiwa yang jarang terjadi. Dan peristiwa kemarin merupakan yang pertama dalam hampir 50 tahun ini, sehingga menarik massa dalam jumlah besar di sepanjang rel kereta.

Peristiwa besar ini juga menjadi alasan bagi Layla Johnson, pelajar berusia 11 tahun, untuk tidak masuk sekolah di Denton, Texas, dan bersama-sama keluarganya ke Navasota untuk menjadi saksi sejarah, sesuatu yang membuat perasaannya campur aduk.

Presiden Bush akan dikebumikan di dekat pusara istrinya, Barbara, dan Robin, anaknya yang meninggal karena leukemia pada tahun 1953, di halaman perpustakaan dan museumnya di kota College Station Texas, yang kini menjadi tempat peristirahatan terakhir mereka. [uh]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG