Tautan-tautan Akses

Tentara Mozambik Larang Warga Sipil Lari dari Ancaman Pemberontak


Konvoi militer Pasukan Pertahanan Nasional Afrika Selatan berpatroli di Pemba, 5 Agustus 2021. (Foto: AFP)

Pasukan keamanan Mozambik mencegah puluhan ribu warga sipil yang terlantar akibat serangan jihadis di sekitar kota Palma, di bagian utara negara itu untuk pindah ke daerah yang lebih aman, kata Human Rights Watch (HRW), sebuah badan nirlaba internasional berbasis di New York yang melakukan riset dan advokasi HAM.

Sebagian besar dari orang-orang yang terlantar itu meninggalkan rumah mereka ketika pemberontak yang terkait dengan ISIS melancarkan serangan terkoordinasi di Palma pada 24 Maret, menewaskan puluhan orang.

Banyak dari pengungsi mencari perlindungan di desa tetangga Quitunda, dekat dengan proyek besar gas alam, sekitar 5 kilometer dari Palma, di mana HRW mengklaim, dalam sebuah laporan yang dirilis Jumat, mereka telah tertahan oleh pasukan dan pertempuran yang sedang berlangsung.

Mozambik telah bergulat untuk mengatasi pemberontakan yang tumbuh di dalam negeri yang meneror provinsi Cabo Delgado yang kaya gas sejak 2017.

Serangan di Palma itu mendorong negara-negara Afrika lainnya untuk mengerahkan pasukan guna mendukung tentara Mozambik yang mengalami kesulitan.

HRW menuduh Mozambik membatasi pergerakan di sekitar distrik Palma, sehingga menyulitkan kelompok-kelompok kemanusiaan untuk mengirimkan bantuan dan menempatkan warga sipil pada kondisi di mana mereka rentan terhadap serangan militant. [lt/ah]

Recommended

XS
SM
MD
LG