Tautan-tautan Akses

Tembok AS-Meksiko dan Penutupan Pemerintah: 5 Hal yang Wajib Anda Tahu


Penutupan sementara sebagian aktivitas pemerintahan Amerika telah berlangsung selama 20 hari, terlama kedua dalam sejarah.

Presiden Amerika Donald Trump masih bersikukuh agar Kongres menyetujui pembangunan tembok pembatas Amerika-Meksiko dengan menggunakan “uang pajak rakyat” atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Amerika.

Di sisi lain, partai oposisi, Demokrat di Kongres terus menolak rencana Trump.

Sekitar 800.000 pegawai negeri sipil Amerika dirumahkan atau bekerja tanpa kepastian gaji.
Sekitar 800.000 pegawai negeri sipil Amerika dirumahkan atau bekerja tanpa kepastian gaji.

Jika penutupan pemerintah masih terus berlangsung hingga Sabtu (12/01), penutupan kali ini akan menjadi yang terlama sepanjang sejarah Amerika.

Berikut lima hal yang perlu Anda ketahui soal penutupan pemerintahan Amerika dan tembok pembatas Amerika-Meksiko.

Apa kata Trump?

Untuk pertama kalinya Presiden Amerika Donald Trump berpidato dari Ruang Oval, Gedung Putih, dan disiarkan langsung di televisi, membahas penutupan sebagian aktivitas pemerintah.

Trump kembali menekankan keinginannya agar tembok perbatasan selatan Amerika dengan Meksiko, dibangun dengan dana yang berasal dari APBN Amerika.

Trump menegaskan keinginannya untuk bangun tembok perbatasan, saat pidato di televisi.
Trump menegaskan keinginannya untuk bangun tembok perbatasan, saat pidato di televisi.

“Ada yang menyebut pembangunan tembok ini tak bermoral. Lalu mengapa politisi kaya raya membangun pagar di sekeliling rumah mereka? Mereka membangun pagar bukan karena benci orang-orang luar, tetapi karena cinta dengan orang yang ada di dalam rumah,” kata Trump, Selasa (08/01).

Dalam pidatonya, Trump bahkan menyebut saat ini “krisis kemanusiaan dan keamanan” terus memanas di perbatasan dengan Meksiko. Menurut sang Presiden, setiap hari petugas imigrasi mencatat ada “ribuan imigran ilegal” berusaha masuk ke negara kita. Jumlahnya disebut “naik drastis.”

“Perbatasan selatan kita adalah jalur masuk narkoba ilegal termasuk meth, heroin, kokain dan fentanyl dalam jumlah besar. Setiap minggu 300 warga Amerika meninggal dunia karena Heroin, 90%-nya berasal dari batas selatan kita.

Tidak hanya itu, dia menyebut dalam dua tahun terakhir petugas telah menahan 266.000 pendatang dengan catatan kriminal, mendakwa atau memvonis 30.000 penjahat seksual dan 4.000 pembunuh.

Trump mengklaim perbatasan dengan Meksiko adalah salah satu jalur penyelundupan narkoba.
Trump mengklaim perbatasan dengan Meksiko adalah salah satu jalur penyelundupan narkoba.

“Ribuan orang Amerika dibunuh secara brutal oleh imigran ilegal yang masuk ke negara kita.”

Trump mengklaim pembangunan tembok AS-Meksiko membutuhkan biaya US$5,7 miliar atau sekitar Rp80 triliun, sementara harga yang harus dibayar karena narkoba ilegal melebihi US$500 miliar atau Rp7.000 triliun.

Bagaimana faktanya?

Trump menyebut telah terjadi krisis kemanusiaan dan keamanan di perbatasan Amerika dan Meksiko. Jumlah imigran ilegal yang masuk ke Amerika berada di angka yang memperihatinkan.

Faktanya, menurut Badan Kepabeanan dan Perlindungan Perbatasan Amerika, jumlah orang yang ditangkap hendak masuk ke Amerika dari perbatasan dengan Meksiko pada tahun 2018, jauh di bawah jumlah tertingginya, pada tahun 2000 lalu.

Jumlah imigran ilegal yang menyeberang ke Amerika tahun lalu tercatat sebanyak 396.579 orang, jumlah terendah kelima sejak tahun 1973. Sementara pada tahun 2000 jumlahnya mencapai 1,6 juta jiwa.

Berdasarkan faktanya jumlah imigran ilegal yang ditangkap di perbatasan semakin menurun.
Berdasarkan faktanya jumlah imigran ilegal yang ditangkap di perbatasan semakin menurun.

Lalu bagaimana dengan perbatasan selatan yang disebut sebagai salah satu jalur masuk narkoba? Kenyataannya Badan Pengawasan Narkotika Amerika mengungkapkan narkoba dalam jumlah besar tidak diselundupkan lewat perbatasan Amerika-Meksiko.

Narkoba diselundupkan lewat kapal, menggunakan truk dan pesawat.

“Cara yang paling sering digunakan oleh penjahat internasional adalah menggunakan kendaraan berpenumpang, diselundupkan di kotak barang dan masuk lewat jalur resmi.”

Badan Pengawasan Narkotika Amerika: narkoba dalam jumlah besar tidak masuk lewat perbatasan.
Badan Pengawasan Narkotika Amerika: narkoba dalam jumlah besar tidak masuk lewat perbatasan.

Pada Jumat (04/01) Juru Bicara Gedung Putih Sarah Sanders menyebut hampir 4.000 terduga teroris telah ditangkap saat mencoba masuk ke Amerika secara ilegal. Dia pun menyebut batas dengan Meksiko sebagai “salah satu gerbang masuk berbahaya”.

Namun, berdasarkan catatan Kementerian Keamanan Dalam Negeri Amerika, dari sekitar dua juta orang yang masuk dalam daftar pantau teroris, hanya enam orang yang tertangkap saat berusaha masuk ke Amerika dari batas selatan.

Oposisi mengecam

Usai pidato Trump, Ketua DPR Amerika, Nancy Pelosi, yang berasal dari partai oposisi, Demokrat menuding bahwa pidato Trump “penuh informasi salah dan bahkan berisi kebencian”.

Pelosi meminta Trump untuk mengakhiri penutupan sementara sebagian aktivitas pemerintah Amerika.

“Faktanya adalah perempuan dan anak-anak yang ada di perbatasan bukanlah ancaman keamanan, mereka hanyalah tantangan bagi kita, bagi kemanusiaan,” ungkap Pelosi.

Ketua DPR AS Nancy Pelosi tolak keinginan Trump terkait pembangunan tembok.
Ketua DPR AS Nancy Pelosi tolak keinginan Trump terkait pembangunan tembok.

Pelosi bahkan menuding Presiden Trump “menyandera warga Amerika” dan berusaha “menciptakan krisis”.

Partai Demokrat menyatakan bahwa mempertahankan pagar di perbatasan yang sudah ada, serta menggunakan peralatan teknologi tinggi di perbatasan dan titik masuk, serta merekrut lebih banyak petugas keamanan akan lebih murah dan efektif bagi Amerika, dibanding dengan tembok.

“Kami setuju bahwa kita harus mengamankan perbatasan, tapu kita juga harus menjunjung nilai-nilai yang kita yakini,” tegas Pelosi.

Kan sudah ada tembok, lalu?

Perbatasan Amerika-Meksiko membentang sepanjang 3.145km.

Sejauh ini, sepanjang 1.053km telah diberi pagar pembatas dalam berbagai bentuk.

Sementara sisanya tidak dibangun pembatas karena berbagai alasan: di antaranya persoalan kepemilikan lahan dan kondisi geografis.

Sejumlah imigran di tembok perbatasan.
Sejumlah imigran di tembok perbatasan.

Kondisi geografis ini misalnya berupa padang gurun, yang terletak ratusan kilometer dari kota besar terdekat.

Namun, bukan berarti tidak ada imigran yang berupaya menyeberang. Ada, tetapi sangat berbahaya.

Berdasarkan data pemerintah negara bagian Arizona, sebanyak 2.832 imigran ditemukan tewas sejak 2001. Hampir 40% di antaranya tak lagi dikenali.

Sepatu milik imigran yang tewas saat menyeberang gurun di Arizona.
Sepatu milik imigran yang tewas saat menyeberang gurun di Arizona.

Meski sudah dipagari sejauh 1.053km, masih ada lahan perbatasan sepanjang 2.092km yang belum dibatasi.

Presiden Amerika Donald Trump menegaskan ingin menemboki perbatasan ini setidaknya sepanjang 1.609km.

Trump sebenarnya juga berubah-ubah soal panjang tembok yang diinginkannya. Sebelumnya, dia pernah menyebut ingin membangun tembok sepanjang 1.126km.

Presiden Trump menegaskan ingin menemboki perbatasan ini setidaknya sepanjang 1.609km.
Presiden Trump menegaskan ingin menemboki perbatasan ini setidaknya sepanjang 1.609km.

Bentuk tembok pembatas juga berubah-ubah. Salah satu yang pernah disebut Trump: dia ingin tembok yang dibangun terbuat dari baja dan sebagian masih bisa memantau Meksiko dari Amerika.

Akankah efektif?

Ketika Trump masih menjadi kandidat presiden, sejumlah rekan partai Republiknya menilai ide membangun tembok sebagai rencana “bodoh”.

Direktur Kantor Manajemen & Anggaran, Mick Mulvaney, bahkan pernah menyebut ide membangun tembok pembatas Amerika-Meksiko “kekanak-kanakan” dan “menggampangkan masalah”.

Sejumlah pihak menilai pembangunan tembok sebagai hal yang "bodoh".
Sejumlah pihak menilai pembangunan tembok sebagai hal yang "bodoh".

Bahkan, mereka yang bekerja di imigrasi banyak yang menolak pembangunan tembok.

Sebelum pensiun sebagai komisioner Badan Kepabeanan dan Perlindungan Perbatasan Amerika, Gil Kerlikowske mengatakan, “Siapapun yang akrab dengan batas selatan Amerika dan kondisi geografisnya pasti tahu bahwa membangun tembok di sepanjang perbatasan tidak akan efektif.”

Studi yang dilakukan Universitas Stanford dan berbagai penelitian lainnya menyebutkan bahwa tembok “tidak akan mengurangi arus imigran ke Amerika, dan hanya akan membuang-buang uang.”

Meskipun begitu, ada sejumlah anggota Kongres Amerika yang terus memperlihatkan dukungannya atas pembangunan tembok Amerika-Meksiko. Di antaranya Anggota DPR Mo Brooks.

“Di tempat-tempat yang ada tembok pembatasnya, jumlah imigran ilegal jauh lebih sedikit. Ini hal yang sederhana saja sebenarnya.

“Mungkin tembok tidak akan menghentikan masuknya imigran ilegal secara keseluruhan, tapi tentunya akan mengurangi dana miliaran dolar yang dikeluarkan negara ini untuk membereskan berbagai masalah yang terjadi jika mereka ini masuk ke Amerika.” (rh)

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG