Tautan-tautan Akses

Tarif Impor Baja Persulit Produsen Kaleng Amerika


Suasana produksi kaleng di pabrik Independent Can Company, luar kota Baltimore, Maryland. (VOA/Videograb)

Tarif sebesar 25 persen yang diberlakukan oleh pemerintahan Trump untuk baja impor disambut baik oleh produsen baja Amerika, tetapi dikecam oleh para pengusaha Amerika yang bergantung pada rantai pasokan baja global untuk membuat berbagai jenis barang mulai dari mobil hingga pisau cukur silet.

Berikut laporan koresponden VOA Michael Bowman dari kunjungannya ke perusahaan pembuat kaleng yang terjepit oleh tarif baru itu.

Lembaran baja berlapis timah diubah menjadi kaleng kemas warna-warni untuk produk-produk konsumen Amerika yang terkenal di pabrik Independent Can Company di luar kota Baltimore, Maryland.

Dengan mengamati kegiatan di pabrik ini dapat dilihat setiap langkah proses pembuatan kaleng-kaleng tersebut.

Rick Huether, Presiden Independent Can Company. (VOA/Videograb)
Rick Huether, Presiden Independent Can Company. (VOA/Videograb)

Rick Huether, presiden direktur Independent Can Company. Menanggapi kebijakan tarif impor baja, dia mengatakan, “Kami adalah produsen kaleng khusus terbesar di Amerika Serikat. Kami menggunakan ribuan ton baja.”

Harga baja naik karena tarif yang diberlakukan oleh pemerintahan Trump.

Menteri Perdagangan Wilbur Ross membela kebijakan itu. Dia menjelaskan, “Tindakan tarif yang diambil oleh presiden ini perlu untuk menghidupkan kembali industri baja dan aluminium yang sangat penting di Amerika.”

Pabrik kaleng Independen Can Company membeli baja buatan Amerika, tetapi katanya baja impor menjembatani kesenjangan dalam pasokan untuk baja berlapis timah bermutu tinggi yang diperlukan untuk cetak ofset bebas noda.

Perusahaan itu mengatakan ancaman kenaikan harga yang disebabkan oleh tarif itu telah membebani mereka dengan hilangnya pesanan senilai $2 juta, dan lebih banyak kerugian kemungkinan akan dialami.

Rick Huether menambahkan, “Jika kami mematok harga 5-10 persen lebih tinggi daripada China, maka pelanggan kami akan berbelanja ke luar negeri. Jadi ini sangat, sangat mepet.”

Independent Can Company memperingatkan kemungkinan adanya PHK. Perusahaan ini mempekerjakan lebih dari 400 orang, dan membayar pekerja jauh di atas upah minimum.

Bryon Borrell, Lithographer. (VOA/Videograb)
Bryon Borrell, Lithographer. (VOA/Videograb)

Bryon Borrell adalah litografer atau juru litografi di perusahaan itu. Terkait pemberlakuan tarif impor dan dampaknya terhadap perusahaan tempat kerjanya, dia mengatakan, “Ada karyawan yang telah melakukan pekerjaan ini selama 20-30-40 tahun. Saya telah sangat berhasil membesarkan sebuah keluarga. Itu saja yang bisa saya minta.”

Independent Can Company telah meminta pembebasan tarif atas baja impor yang digunakannya. Para produsen baja Amerika mengajukan keberatan, dan mengatakan mereka telah dirugikan oleh baja impor dan bahwa mereka kini meningkatkan produksi untuk memasok kebutuhan Independent Can Company. Namun, perusahaan itu mengatakan tidak ada jaminan kapan janji itu akan terpenuhi, berapa harganya, atau apakah standar kualitasnya akan terpenuhi.

Departemen Perdagangan Amerika belum bertindak atas permintaan Independent Can Company, tetapi mengisyaratkan bahwa pengecualian tarif semacam itu jarang terjadi. [lt/uh]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG