Tautan-tautan Akses

Tanah Longsor di Jatim Tewaskan 1 dan 26 Hilang


Mobil dan reruntuhan bangunan terlihat tertimbun di dalam tanah lonsor yang menghantam wilaya desa Banaran, Ponorogo, Jawa Timur, 1 April 2017. (Foto: AFP).

Para petugas SAR hari Sabtu mencari 26 orang yang hilang setelah tanah longsor yang diakibatkan hujan,melanda sebuah desa di pulau Jawa, Indonesia. Satu mayat ditemukan sebelum pencarian dihentikan ketika hujan mulai turun.

Tanah longsor tersebut menerjang kira-kira 23 rumah dan petani yang sedang memanen tanaman jahe di sebuah lereng bukit di desa Banaran, kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, kata Sutopo Purwo Nugroho, juru bicara Badan Mitigasi Bencana Indonesia.

Nugroho mengatakan penemuan satu korban jiwa menjadikan jumlah penduduk desa yang masih hilang paling sedikit 26 orang.

Pimpinan tentara setempat, Letkol Slamet Sarijanto, mengatakan bahwa menurut penduduk desa, 38 orang terkubur oleh tanah longsor, 22 orang dalam rumah mereka dan 16 ketika memanen jahe.

Nugroho mengatakan 17 orang cedera dan sedang dirawat di sebuah rumah sakit.

“Pencarian dihentikan dan akan dilanjutkan besok karena keadaan cuaca dan keadaan lapangan yang tidak stabil dapat menimbulkan tanah longsor lagi,” katanya.

Para pettugas SAR, tentara, polisi, dan relawan turut dalam pencarian orang yang hilang, kata Nugroho, dan menambahkan bahwa kesulitan memasuki tempat bencana menghambat usaha pertolongan.

Tanah longsor yang panjangnya 800 meter dan tingginya 20 meter, menurut Nugroho, membalikkan kendaraan, menghancurkan dan mengubur bangunan, dan meninggalkan lubang besar di lereng bukit darimana tanaman lebat telah hanyut.

Musim hujan sering menyebabkan banjir di Indonesia, negara kepulauan terbesar di dunia, dimana banyak dari ke-256 juta penduduk tinggal di daerah pegunungan atau dataran dekat sungai yang subur tetapi rawan terhadap banjir. [gp]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG