Tautan-tautan Akses

AS

Taman-taman Nasional AS Berjuang Tetap Beroperasi di Tengah 'Shutdown'


Beberapa pengunjung berkemah di taman nasional Yosemite (foto: ilustrasi).

Lembaga-lembaga swadaya masyarakat, perusahaan swasta dan pemerintah negara bagian di seluruh Amerika berjuang keras agar taman-taman nasional dapat tetap beroperasi, aman dan nyaman dikunjungi ketika sebagian operasi pemerintah dihentikan.

Penghentian sebagian operasi pemerintah yang dimulai sejak 22 Desember lalu, berlangsung di tengah libur musim dingin, Natal dan Tahun Baru. Warga yang biasanya menghabiskan liburan dengan mengunjungi taman-taman nasional dan museum, terpaksa menyesuaikan diri dengan kondisi taman dan museum yang sangat berbeda: tidak ada petugas yang berjaga atau memberi petunjuk, dan lingkungan taman yang kotor dan tidak nyaman.

Sejumlah LSM, perusahaan swasta dan otorita pemerintah negara bagian sebenarnya telah berupaya keras turun tangan supaya taman-taman nasional dan museum tetap buka, nyaman dan aman dikunjungi. Tetapi mereka mengatakan sumbangan yang diberikan kian menipis jika kebuntuan politik antara Presiden Trump dan Kongres terus berlanjut, dan RUU Anggaran tak kunjung disetujui. Sebagian diantara mereka bahkan sudah putus asa dan menyerukan agar taman-taman nasional dan museum ditutup ketika Presiden Trump hari Jumat (4/1) bersikeras mengatakan siap melanjutkan penghentian sebagian operasi pemerintah selama “berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.”

Associate Press melaporkan CEO Trust for Public Lands, Diane Regas, sampai merasa perlu menulis surat kepada Presiden Trump, melaporkan tentang kondisi di taman-taman nasional saat ini, mulai dari meningkat pesatnya laporan pencurian dan kekerasan, perburuan liar, hingga membludaknya sampah dan kotoran manusia di fasilitas-fasilitas publik. “Taman-taman nasional membutuhkan anggaran dan perlindungan penuh, atau seharusnya ditutup.”

Taman nasional Grand Canyon di negara bagian Arizona.
Taman nasional Grand Canyon di negara bagian Arizona.

Mantan Mendagri Minta Pengunjung Pro-Aktif Jaga Kebersihan Taman

Ryan Zinke, yang baru-baru ini mengundurkan diri sebagai Menteri Dalam Negeri, telah memerintahkan otorita taman-taman nasional untuk tetap buka, dengan mengatakan para pengunjung seharusnya tidak “dihukum” karena perselisihan politik terkait tembok perbatasan selatan Amerika-Meksiko. Dalam wawancara dengan Associated Press, Zinke mengatakan para pengunjung taman seharusnya juga mengambil tindakan pro-aktif dengan menjaga kebersihan taman. “Ambil kantong sampah dan bersihkan sampah. Setiap orang harus ikut membantu supaya taman-taman tetap buka,” ujarnya.

Pengelola Taman Nasional Buat Perjanjian dengan LSM & Otorita Negara Bagian

Juru bicara pengelola taman-taman nasional mengatakan telah mencapai kesepakatan dengan lebih dari 60 pemegang konsesi dan otorita negara bagian untuk membersihkan sampah, toilet dan pekerjaan dasar lain di lebih dari 40 taman nasional; dan bahkan dalam beberapa kasus mereka mempertahankan sejumlah staf untuk tetap bekerja.

Otorita negara bagian New York memberlakukan undang-undang untuk mengoperasikan Monumen Nasional Patung Liberty-Ellis Island, sementara sebuah perusahaan swasta menyumbangkan toilet-toilet portabel yang dapat dipindahkan di sejumlah lokasi di Taman Nasional Washington DC. The National Park Foundation kini bertanggungjawab atas perbaikan dan pengoperasian National Christmas Tree.

Monumen Nasional Patung Liberty di New York.
Monumen Nasional Patung Liberty di New York.

Sebuah LSM menyumbangkan lebih dari 50 ribu dolar agar 15 petugas polisi hutan dapat tetap bekerja di Taman Nasional Great Smoky Mountain di Tennessee dan North Carolina. Sementara sejumlah sukarelawan bekerja bahu membahu membersihkan sampah di taman dan toilet-toilet di Taman Nasional Joshua Tree di Southern California. Eksekutif direktur Friends of Joshua Tree, John Lauretig, mengatakan “kami dijuluki 'Toilet Paper Angels' karena mengganti beberapa kertas pembersih di toilet-toilet di taman itu.”

Taman Nasional Yosemite hari Jumat melaporkan seorang laki-laki meninggal setelah jatuh ke sungai pada Hari Natal, dan juru bicara taman nasional itu menyatakan dalam pernyataan tertulis bahwa penyelidikan atas kematian laki-laki itu berlangsung lebih lama dibanding biasanya karena tidak adanya anggaran. Warga yang tinggal di dekat Yosemite ikut membantu membersihkan taman, sementara toko-toko yang ada memberikan insentif kepada pengunjung yang membantu membuang sampah.

Taman nasional Yosemite di California.
Taman nasional Yosemite di California.

Mereka yang datang ke Yosemite hari Sabtu diberi plastik sampah dan tips menjadi pengunjung yang bersahabat di saat penghentian sebagian operasi pemerintah. Salah satu tips atau kiatnya adalah “go before you go” yang menyarankan agar pengunjung buang air terlebih dahulu di rumah masing-masing sebelum datang ke taman, karena keterbatasan jumlah toilet yang tersedia.

Sampah Jadi Masalah Utama Taman Nasional yang Tak Punya Anggaran

The Rush Creek Lodge di Groveland, California, memberikan kopi atau minuman dan makan kecil kepada mereka yang membersihkan taman. Juru bicara tempat penginapan itu mengatakan berupaya menjadikan hal itu sebagai slogan baru mereka sekarang.“Turning garbage into goodies, atau ubah sampah jadi hadiah, mungkin akan jadi slogan kami,” ujarnya.

Juru bicara Taman Nasional Grand Canyon, Emily Davis, mengatakan taman itu tetap dibuka dengan bantuan otorita negara bagian Arizona, yang membayar sekitar 64.000 dolar per minggu untuk pembersihan sampah dan toilet, serta pengerokan salju. Siapapun yang sudah memiliki ijin untuk mendaki atau menggunakan rakit di Sungai Colorado dapat melakukannya, tetapi taman itu tidak mengeluarkan ijin baru.

Taman nasional Bryce Canyon di negara bagian Utah.
Taman nasional Bryce Canyon di negara bagian Utah.

Otorita negara bagian Utah mengeluarkan sekitar 7.500 dolar per baru sejak tanggal 22 hingga 31 Desember agar taman-taman nasional mereka – Zion, Bryce Canyon dan Arches – tetap buka. Mulai tanggal 1 Januari, LSM Zion Forever Project menyumbangkan 16 ribu dolar agar beberapa petugasnya tetap bekerja, juga supaya toilet umum dan pusat kedatangan pengunjung tetap dibuka. Direktur eksekutif taman nasional di Utah Lyman Hafen mengatakan “sangat menurunkan semangat pekerja yang ingin tetap bekerja dan memberi layanan seperti yang selama ini mereka lakukan.”

Friends of Hawaii Volcano National Park mengumpulkan 114.000 dolar supaya taman itu tetap dibuka selama sembilan hari (22-31 Desember) dengan layanan terbatas, ujar direkturnya Elizabeth Fien. Uang yang dikumpulkan itu digunakan untuk membayar petugas taman, termasuk mereka yang memantau angsa Hawaii yang sudah hampir punah, yang dijuluki “Hawaiian nene.”

The Death Valley Natural History Association mengatakan akan mengeluarkan anggaran khusus agar Taman Nasional Death Valley dibuka, setidaknya hingga tanggal 10 Januari. Musim dingin adalah waktu yang sibuk di taman nasional yang terletak diantara California-Nevada dan senantiasa menarik perhatian pengunjung karena ngarai dan bukit-bukit berpasir dengan suhu terik.

Taman nasional Death Valley di California.
Taman nasional Death Valley di California.

Satu kelompok di bagian utara Michigan “Sleeping Bear Dunes National Lakeshore” juga membersihkan toilet-toilet dan membersihkan salju di jalur khusus pejalan kaki yang akan ski. Tetapi mereka tidak membersihkan salju di lapangan parkir. Pusat pengunjung di dekat Danau Michigan juga tutup dan diganti dengan tenda dimana para sukarelawan menyediakan informasi bagi pengunjung.

Beberapa LSM lain mengumpulkan uang untuk membayar sebuah perusahaan swasta membersihkan toilet-toilet portabel di dua jalur pejalan kaki yang terkenal di Taman Nasional Shenandoah, yang mencakup jalur “Appalachian Trail” seluas 163 kilometer.

Sebagian taman nasional memilih untuk tutup, seperti Arches & Canyonlands di Utah yang dilanda badai salju. Juga Sequoia & Kings Canyon National Park dan Muir Woods National Monument yang ditutup karena membludak sampah dan kotoran manusia di toilet-toilet yang ada.

Di Loxahatchee National Wildlife Refuge di Everglades, Florida, tidak ada petugas yang mengosongkan kotak penyimpanan uang masuk sebesar lima dolar yang dibayar setiap pengunjung dan kotak pembayaran sewa kano. Satu dua petugas US Fish & Wildlife Service datang mengosongkan kotak-kotak uang itu.

Sejumlah kelompok konservasi mengingatkan bahwa para sukarelawan hanya dapat memberikan layanan dasar minimum. Tanpa anggaran penuh dan staf yang profesional maka sumber daya alam dan artefak budaya akan rusak, dan orang bisa mengalami kecelakaan di taman.

“Tekanan politik supaya taman-taman nasional ini tetap dibuka perlu dilakukan,” ujar Kristen Brengel, Wakil Presiden Urusan Pemerintah di Asosiasi Konservasi Taman Nasional Amerika. (em)

XS
SM
MD
LG