Tautan-tautan Akses

Taliban Inginkan Pengakuan atas Kantornya di Qatar


Kantor Taliban Afghanistan di Doha, Qatar, 20 Juni 2013. (Foto: dok).

Taliban menyatakan berharap perundingan yang tengah berlangsung dengan Amerika akan menghasilkan pengakuan resmi yang telah lama dimintanya atas “kantor politik” kelompok pemberontak itu di Qatar. Taliban menegaskan bahwa pengakuan itu akan membantu mempercepat konsultasi terkait upaya mengakhiri perang di Afghanistan.

Taliban telah menjalankan kantornya di Doha, ibukota Qatar, secara informal sejak 2013. Tetapi Qatar tidak mengizinkan Taliban menggunakan fasilitas itu untuk urusan publik apapun atas keberatan dari pemerintah Afghanistan.

Utusan khusus Amerika untuk rekonsiliasi Afghanistan, Zalmay Khalilzad, dan timnya dalam beberapa bulan belakangan ini telah mengadakan pertemuan dengan wakil-wakil Taliban yang sebagian besar berlangsung di Doha. Kedua pihak siap untuk bertemu kembali di sana pada 25 Februari untuk membangun “kemajuan signifikan” yang telah mereka capai dalam pembicaraan maraton mereka Januari lalu.

Suhail Shaheen, juru bicara kantor politik Taliban, dalam wawancara dengan VOA mengatakan bahwa semua pertemuan mereka dengan delegasi Amerika dan delegasi asing lainnya berlangsung di berbagai hotel, membuat kelompok itu sulit membagikan rincian atau kemajuan kepada media secara tepat waktu. “Kami telah mengangkat masalah itu kepada delegasi Amerika,” ujarnya.

Shaheen mengatakan bahwa Taliban pekan lalu mengadakan dialog “intra-Afghanistan” pertama di Moskow dengan sekelompok besar pemimpin oposisi terkemuka dari Afghanistan, dan pertemuan lanjutan dari konsultasi tersebut dijadwalkan berlangsung bulan depan di Doha. [uh]

XS
SM
MD
LG