Tautan-tautan Akses

Takut Virus Korona, Staf Twitter Diminta Bekerja di Rumah


Staf Twitter di seluruh dunia diminta bekerja di rumah mulai Senin lalu, dalam upaya menghentikan penyebaran wabah virus maut korona. (Foto: ilustrasi)

Staf Twitter di seluruh dunia diminta bekerja di rumah mulai Senin lalu, dalam upaya menghentikan penyebaran wabah virus maut korona.

Pada saat bersamaan, ribuan staf Google di Irlandia, kantor pusatnya di Eropa, juga diminta untuk tidak ke kantor selama satu hari setelah seorang pegawai melaporkan mengidap gejala-gejala seperti flu.

Wabah virus korona telah menyebar ke berbagai penjuru dunia sejak mulai muncul di bagian tengah China akhir tahun lalu, menewaskan lebih dari 3.100 orang, menjangkiti lebih dari 90 ribu orang, dan menimbulkan gelombang pembatasan perjalanan.

Keputusan Twitter untuk meminta stafnya menghindari kantor mirip dengan permintaan yang diajukan pemerintah di negara-negara yang rawan virus itu.

“Kami sangat mendorong semua pegawai di seluruh dunia untuk bekerja dari rumah jika mungkin,” kata direktur sumber daya manusia Twitter, Jennifer Christie, Senin (2/3) dalam sebuah postingan blog. “Tujuan kami adalah menurunkan kemungkinan penyebaran virus korona COVID-19 bagi kita dan dunia di sekitar kita.”

Bekerja dari rumah juga diwajibkan bagi para karyawan di kantor-kantor perusahaan itu di Korea Selatan, Hong Kong dan Jepang, lanjut Christie.

Korea Selatan mencatat hampir 5.000 orang terjangkit virus korona, yang terbanyak di luar China daratan serta 28 orang meninggal akibat virus itu. Lebih dari separuhnya terkait dengan Gereja Yesus Shincheonji, satu kelompok keagamaan yang kerap disebut sebagai sekte pemujaan.

Pemerintah Jepang telah mendesak penutupan sekolah-sekolah di seluruh dunia dan meminta para pengusaha memberi izin kepada stafnya untuk bekerja di rumah.

Sebagian besar pegawai negeri di Hong Kong kembali bekerja pada hari Senin setelah mereka diminta bekerja dari rumah selama satu bulan. Hong Kong mencatat 100 orang terjangkit virus korona.

Twitter telah mengumumkan penangguhan perjalanan dinas dan acara yang “tidak penting” pekan lalu.

Google mempekerjakan sekitar 8.000 staf dan pegawai kontrak di ibukota Irlandia.

Kantor Google di Berlin, Jerman, 22 January 2019. (Foto: dok).
Kantor Google di Berlin, Jerman, 22 January 2019. (Foto: dok).

“Kami terus mengambil langkah-langkah pencegahan untuk melindungi kesehatan dan keselamatan pegawai kami,” kata seorang juru bicara dalam suatu pernyataan. “Sesuai dengan saran para pakar kesehatan, dan sebagai bagian dari upaya tersebut, kami telah meminta tim-tim di Dublin agar bekerja dari rumah.”

Irlandia mencatat satu pasien virus korona yang telah dikukuhkan, yakni seorang lelaki yang kembali dari Italia Utara.

Staf Google yang telah melakukan kontak dengan rekan mereka yang memiliki gejala seperti flu telah diminta untuk memantau kesehatan mereka, sementara perusahaan memanfaatkan situasi ini untuk membantu menguji kesiagaan perusahaan tersebut dalam menghadapi perebakan wabah apapun. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG