Tautan-tautan Akses

Surabaya Fokus Benahi Lalu Lintas dan Transportasi Massal

  • Petrus Riski

Walikota Surabaya Tri Rismaharini saat meresmikan pengoperasian frontage road jalan Ahmad Yani sisi barat yang diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas. (Foto: VOA/Petrus)

Pemerintah Kota Surabaya berkomitmen meningkatkan kualitas sistem transportasi massal dan menambah ruas jalan untuk mengatasi kepadatan lalu lintas untuk meningkatkan perekonomian kota yang dipengaruhi oleh kelancaran arus lalu lintas barang dan manusia.

Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya menegaskan akan mulai membangun angkutan massal cepat berupa trem, yang pendanaannya didukung oleh pemerintah pusat.

Kepala Bappeko Surabaya, Agus Sonhaji mengatakan, rencana itu akan mulai direalisasikan tahun ini, dengan membangun jalur trem sepanjang sembilan kilometer, yang menghubungkan bagian selatan dengan bagian utara kota itu. Keberadaan moda transportasi massa lini diyakini akan mengurangi kepadatan lalu lintas.

“Komitmennya pak Menteri (Perhubungan) tahun ini, kita berharap mudah-mudahan tidak ada situasi yang kemudian membuat itu tidakjadi dilaksanakan ya. Kalau trem itu berjalan dan bisa berfungsi, apalagi itu akan connect dengan katakanlah Wonokromo (stasiun) nanti ya, itu kita bisa menekan jumlah kendaraan yang dari Sidoarjo menuju kota Surabaya,” kata Agus Sonhaji.

"Kita akan dorong agar mereka masuk melalui jalur kereta, dengan cara meningkatkan biaya kalau orang naik mobil lewat (jalan) Ahmad Yani misalkan pakai ERP, nanti pelan-pelan orang akan banyak beralih kan. Nah itu kalau bisa begitu saja, bisa separuhnya bisa akan terasa terkurangi,” lanjutnya.

Rencana pembangunan angkutan massal cepat berupa trem di Surabaya didukung warga Surabaya, Joko Yulianto. Selain mengurai kepadatan lalu lintas, kata Joko,trem akan memudahkan warga Surabaya melakukan aktivitas ekonomi.

“Kalau trem mungkin bisa mengurangi polusi di Surabaya karena trem itu juga membantu, sangat membantu lalu lintas darat, mengurai kemacetan lalu lintas misalnya, dan harapannya bisa berfungsi dengan baik. Jadi mungkin dengan adanya pembangunan itu bisa sedikit menguraikan kemacetan lalu lintas, kan biasanya macetnya sangat amat ya, tapi sekarang sudah agak berkurang, jadi baguslah kalau menurut saya,” kata Joko Yulianto.

Agus Sonhaji menegaskan, ketersediaan moda transportasi massal yang cepat dan murah, akan meningkatkan perekonomian Surabaya.

“Kita tahu kalau jalan itu semakin lancar, ekonomi makin meningkat, orang berusaha makin cepat makin lancar. Kemudian kita juga membenahi sistem transportasi kita itu juga berhubungan dengan ekonomi, begitu nantinya orang bisa lebih berhemat untuk beraktivitas baik itu bekerja atau berusaha, harapannya keuntungan juga akan meningkat, sehingga ekonomi juga akan meningkat,” kata Agus Sonhaji. [pr/ab]

XS
SM
MD
LG