Tautan-tautan Akses

AS

Suhu Luar Biasa Dingin di Kawasan AS, Trump Mencuit: Mana Pemanasan Global?


Seorang berjalan di kota Chicago, AS, yang akan dilanda suhu dingin ekstrem dalam dua hari ini Selasa 29/1 (foto: ilustrasi).

Sengketa soal peningkatan suhu bumi (pemanasan global) yang telah mengakibatkan cuaca tidak menentu di banyak bagian Amerika dan dunia terus berlangsung.

Ketika laporan perkiraan cuaca mengatakan suhu luar biasa dingin akan menerpa kawasan barat-tengah Amerika dalam dua hari ini, Presiden Trump mencuit, “Di mana "pemanasan global" (global warming) itu? Datanglah dengan cepat, kami sangat memerlukanmu.”

Hari Selasa (29/1), badan nasional kelautan dan atmosfir Amerika atau NOAA yang memantau masalah iklim, mengirim pesan Twitter yang berbunyi: “Badai salju tidak membuktikan bahwa tidak ada pemanasan global.”

Pesan NOAA itu juga menambahkan link atau tautan pada hasil riset yang menunjukkan badai salju hebat lebih mungkin terjadi dalam keadaan suhu bumi yang meningkat. Katanya suhu yang lebih tinggi itu mengakibatkan lebih banyak penguapan air laut, yang apabila bergabung dengan suhu dingin akan mengakibatkan badai salju.

Kebanyakan pakar iklim mengatakan tidak banyak riset yang bisa membantah bahwa perubahan iklim telah dan sedang terjadi, dan bahwa semakin tinggi suhu bumi, semakin sering terjadi cuaca ekstrim seperti hujan, badai salju dan kebakaran hutan.

Pemerintahan Trump agaknya sepakat kali ini, dan mengeluarkan keputusan mengizinkan pegawai federal yang baru saja masuk kerja setelah shutdown, pulang dua jam lebih cepat, untuyk menghindari kemacetan di jalan-jalan yang mungkin akan ditutupi salju dan licin. (ii)

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG