Tautan-tautan Akses

Studi tentang Risiko Penularan Virus di Pesawat 'Meyakinkan'


Para penumpang pesawat mengenakan masker menyusul merebaknya pandemi virus corona di Bandara International Kairo, di Kairo, Mesir, 18 Juni 2020. (Foto: Reuters)

Penggunaan masker untuk mencegah penyebaran virus corona belum umum dilakukan pada Maret, ketika sekelompok wisatawan Jerman melakukan penerbangan panjang dalam perjalanan pulang dari Israel. Namun para peneliti terkejut mendapati bahwa hanya dua penumpang di luar kelompok wisatawan tersebut yang terjangkit.

Dalam sebuah studi singkat yang diterbitkan pada Selasa (18/8) di jurnal kedokteran Amerika, JAMA Network Open, para pakar virus di rumah sakit universitas di Frankfurt, Jerman dengan cermat menghubungi semua penumpang penerbangan - yang pada saat itu tidak ada yang memakai masker saat itu - untuk memeriksa risiko sebenarnya yang disebabkan oleh hadirnya pelancong yang terjangkit Covid-19.

Pada 9 Maret, 102 penumpang berangkat dari Tel Aviv ke Frankfurt dalam penerbangan selama empat jam 40 menit, termasuk sebuah grup dengan 24 wisatawan.

Otoritas Jerman diberitahu bahwa grup itu telah melakukan kontak dengan manajer hotel yang terjangkit virus di Israel, dan memutuskan untuk menguji 24 wisatawan itu setibanya di Frankfurt.

Tujuh dari mereka dinyatakan positif, disusul tujuh lainnya kemudian.

Empat hingga lima minggu kemudian, para peneliti menghubungi 78 penumpang lain dari penerbangan itu. Sebanyak 90 persen merespons. Peneliti menanyai mereka, dengan siapa mereka melakukan kontak dan gejala apa yang mereka rasakan, serta menguji beberapa di antaranya.

Mereka mendapati, dua penumpang kemungkinan besar tertular selama penerbangan: dua orang yang duduk di deretan seberangnya dari tujuh kasus sebelumnya. [ps/pp]

XS
SM
MD
LG