Tautan-tautan Akses

Studi di Inggris Menunjukkan Antibodi Covid-19 Menurun dengan Cepat 


Sebuah iklan layanan tes antibodi virus corona (Covid-19) di luar sebuah apotek di London, Inggris, 29 Juni 2020. (Foto: Reuters)

Sebuah studi baru terhadap populasi Inggris menunjukkan bahwa antibodi dalam tubuh manusia untuk melawan Covid-19 menurun dengan cepat pada populasi Inggris selama musim panas. Temuan itu menunjukkan bahwa kekebalan terhadap virus mungkin tidak bertahan lama.

Studi tersebut, yang dilakukan oleh Imperial College London dan diterbitkan pada Selasa (27/10), melibatkan lebih dari 365.000 orang Inggris dalam tes yang dilkukan antara 20 Juni dan 28 September.

Dalam tes itu, para partisipan menusuk jari untuk mengambil sampel darah. Dalam temuan mereka, analisis para peneliti mendapati bahwa jumlah orang yang dites positif memiliki antibodi turun 26,5 persen selama masa studi itu, dari hampir 6 persen menjadi 4,4 persen.

Temuan itu mengindikasikan kemungkinan adanya penurunan kekebalan populasi menjelang gelombang kedua infeksi dalam beberapa pekan terakhir yang telah memaksa penutupan wilayah dan berbagai pembatasan lokal.

Para peneliti mengatakan tidak jelas tingkat spesifik perlindungan yang diberikan oleh antibodi bagi seseorang terhadap Covid-19.

Kepala Departemen Penyakit Menular Imperial College London, Wendy Barclay, mengatakan kepada para wartawan di London bahwa mereka yakin mengenai apa yang mereka ketahui dari penurunan antibodi tersebut.

“Berdasarkan bukti yang seimbang, saya bisa katakan dengan apa yang kita ketahui tentang virus-virus corona lainnya, bahwa tampaknya kekebalan menurun pada tingkat yang sama dengan penurunan antibodi, dan ini merupakan indikasi penurunan kekebalan pada tingkat populasi.”

Para peneliti mengatakan bahwa lebih dari segalanya, penelitian tersebut memperkuat kebutuhan akan vaksin untuk mengendalikan virus corona secara efektif. [lt/pp]

XS
SM
MD
LG