Tautan-tautan Akses

Standar Ganda Erdogan dalam Kasus Khashoggi dan Kebebasan Pers Turki


Yasin Aktay, penasihat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memberikan sambutan dalam acara peringatan 40 hari kematian jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi, di Istanbul, 11 November 2018.
Yasin Aktay, penasihat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memberikan sambutan dalam acara peringatan 40 hari kematian jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi, di Istanbul, 11 November 2018.

Pada saat Presiden Recep Tayyip Erdogan minta penjelasan tentang kasus pembunuhan jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi, beberapa analis menyoroti standar ganda kebebasan pers Turki, dan mempertanyakan puluhan jurnalis yang kini mendekam di penjara Turki.

Khashoggi dibunuh di Konsulat Arab Saudi di Ankara, Ibu Kota Istanbul pada bulan lalu.

“Lingkungan kebebasan pers di Turki sangat parah untuk beberapa tahun sekarang, dan tidak menjadi lebih baik. Turki adalah penahan jurnalis nomor satu di dunia,” demikian kata Gulnoza Said, koordinator program Komite bagi Perlindungan Jurnalis atau CPJ Eropa dan Asia Tengah kepada VOA.

Para anggota Wartawan Tanpa Tapal Batas memegang poster dengan gambar para wartawan Turki yang ditahan, dalam unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Turki di Paris, 5 Januari 2018.
Para anggota Wartawan Tanpa Tapal Batas memegang poster dengan gambar para wartawan Turki yang ditahan, dalam unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Turki di Paris, 5 Januari 2018.

Ada berbagai laporan-laporan bertentangan seputar jumlah jurnalis yang dipenjarakan oleh pemerintah Turki.

Menurut laporan CPJ, sedikitnya ada 73 jurnalis yang dipenjarakan di Turki pada 2017.

Tetapi, kata Said, meskipun jumlah tepat dari jurnalis yang dipenjarakan oleh Turki bisa berbeda, faktanya adalah Turki sudah melakukan pembrangusan terhadap jurnalis selama beberapa tahun. [jm]

XS
SM
MD
LG