Tautan-tautan Akses

AS

Standar Emisi Diubah, 17 Negara Bagian AS Gugat Pemerintah


Jaksa Agung California Xavier Becerra, didampingi oleh Gubernur Jerry Brown dan Ketua Dewan Sumber Daya Udara Mary Nichols, membahas gugatan oleh 17 negara bagian dan Washington DC terhadap rencana pemerintah AS untuk menghapus standar emisi kendaraan dalam konferensi pers, 1 Mei 2018, di Sacramento, California.

Sebanyak 17 negara bagian di Amerika bersama Ibu Kota Washington DC menggugat rencana pemerintahan Trump untuk mengganti standar emisi untuk mobil dan truk ringan yang diberlakukan oleh pemerintahan Obama.

Gubernur negara bagian California Jerry Brown mengumumkan gugatan itu di Sacramento, Selasa (1/5), menuduh Badan Perlindungan Lingkungan (Environmental Protection Agency/EPA) melanggar Undang-Undang Emisi.

“Ini mengenai kesehatan. Ini mengenai hidup dan mati. Polutan yang keluar dari knalpot mobil menimbulkan kerusakan permanen pada anak-anak. Satu-satunya cara kita dapat mengatasinya adalah dengan mengurangi emisi,” kata Brown.

Brown menuduh Presiden Donald Trump ingin orang makin banyak membeli bensin dan menyebabkan peningkatan polusi.

Gugatan itu berargumen EPA bertindak sepihak dan melanggar Clean Air Act (UU Udara Bersih) ketika memutuskan standar emisi yang sekarang diberlakukan, terlalu tinggi.

Pada 2012, Presiden Obama memerintahkan standar emisi dinaikkan menjadi sekitar 21 kilometer per liter bensin sampai 2025. Tujuannya untuk mengurangi polusi dan membuat mobil serta truk kecil lebih hemat bahan bakar.

Kepala EPA Scott Pruitt mengatakan bulan lalu undang-undang dari zaman Obama itu terlalu berlandaskan politik dan standar emisi yang ditetapkan Obama terlalu tinggi dan tidak sesuai dengan realita. Ia mengatakan pihaknya akan menetapkan standar baru supaya harga mobil baru yang hemat bensin dan lebih aman, lebih terjangkau daripada mobil model lama.

Namun aktivis lingkungan hidup mengatakan sebagian besar rakyat Amerika mendukung standar emisi yang ketat.

Jaksa Agung negara bagian New York Eric Schneiderman, yang termasuk salah satu penggugat, menuduh pemerintahan Trump melakukan “studi palsu” untuk dijadikan alasan melonggarkan standar emisi yang berlaku.

Gedung Putih mengatakan sedang mempelajari gugatan tersebut dan akan mengeluarkan jawaban resmi. [vm/al]

XS
SM
MD
LG