Tautan-tautan Akses

Situasi di Suriah Memburuk, Indonesia Serukan Semua Pihak Menahan Diri


Puing-puing bangunan dari kompleks Pusat Penelitian dan Penelitian Ilmiah (SSRC) di distrik Barzeh, utara Damaskus, pasca serangan di kawasan tersebut, 14 April 2018. (Foto: AFP).
Puing-puing bangunan dari kompleks Pusat Penelitian dan Penelitian Ilmiah (SSRC) di distrik Barzeh, utara Damaskus, pasca serangan di kawasan tersebut, 14 April 2018. (Foto: AFP).

Indonesia menyerukan semua pihak untuk menahan diri guna mencegah memburuknya situasi di Suriah. “Indonesia sangat prihatin dengan perkembangan yang terjadi di Suriah,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu RI), Sabtu pagi (14/4).

“Indonesia mengimbau agar semua pihak menahan diri dan mencegah terjadinya eskalasi memburuknya situasi di Suriah,” tambah pernyataan pers yang diterima VOA beberapa jam setelah Presiden Amerika Donald Trump Jumat malam (13/4) memerintahkan serangan udara terhadap tiga target yang menjadi fasilitas riset dan diduga melakukan serangan kimia terhadap rakyat Suriah di Douma, di pinggiran Damaskus, pekan lalu.

Trump Umumkan “Operasi Gabungan” Terarah terhadap Tiga Fasilitas di Suriah

Di Gedung Putih, Trump mengumumkan “operasi gabungan” Amerika, Inggris dan Perancis terhadap tiga fasilitas di Suriah itu dan menegaskan bahwa serangan itu ditujukan untuk mengakhiri penggunaan senjata kimia oleh rejim Assad.

Lewat Twitter, Sabtu pagi (14/4), Trump mengatakan bahwa serangan udara itu “mission accomplished.”

​Kantor berita Reuters melaporkan Perdana Menteri Inggris Theresa May, Sabtu dini hari (14/4) mengatakan serangan itu “bukan campur tangan dalam perang saudara, dan bukan untuk mengubah rejim.”

Ditambahkannya, “serangan itu terbatas dan terarah” dan tidak akan menambah peningkatan ketegangan sipil di kawasan itu, dan dilakukan dengan segala persiapan untuk mencegah jatuhnya korban sipil.

Presiden Rusia Kutuk Serangan Udara Koalisi

Presiden Rusia Vladimir Putin mengutuk serangan udara koalisi Amerika terhadap Suriah sebagai pelanggaran hukum internasional, dan meminta rapat darurat Dewan Keamanan PBB yang menurut rencana akan dilangsungkan Sabtu siang, untuk membahas serangan itu.

Baca juga: Rusia Kecam Serangan Udara Yang Dipimpin AS di Suriah

“Meruncingnya keadaan di Suriah sekarang telah sangat merusak seluruh sistem hubungan internasional,” ujar Putin sebagaimana dimuat di situs pemerintah Rusia.

Putin juga menyebut serangan udara koalisi itu sebagai “tindakan agresi terhadap pemerintah berdaulat” dan menuduh Amerika memperburuk bencana kemanusiaan di negara yang sedang dilanda perang itu.

Indonesia Minta Semua Pihak Hormati Nilai dan Hukum Internasional

Dalam pernyataan persnya, Indonesia juga menggarisbawahi pentingnya semua pihak menghormati nilai dan hukum internasional, khususnya Piagam PBB tentang keamanan dan perdamaian internasional, dan senantiasa menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat sipil, khususnya perempuan dan anak-anak.

“Indonesia kembali menekankan pentingnya penyelesaian konflik di Suriah secara komprehensif melalui negosiasi dan cara-cara damai,” tambah pernyataan itu.

Indonesia Imbau WNI Tidak ke Suriah

Secara terpisah, Kementerian Luar Negeri Indonesia menghimbau seluruh warga negara Indonesia untuk tidak melakukan perjalanan ke Suriah hingga situasi keamanan membaik. WNI yang sedang berada di Suriah juga diminta segera melaporkan diri ke KBRI di Damaskus, dan mengikuti perkembangan situasi melalui aplikasi “Safe Travel.”

Hotline KBRI di Damaskus adalah +963 95-4444-810. Sementara hotline Perlindungan WNI di Kemlu RI adalah +62 812-9007-0027. [em]

Recommended

XS
SM
MD
LG