Tautan-tautan Akses

AS

Sidang Pemakzulan Trump di Kongres Temui Jalan Buntu


Pemimpin mayoritas Senat AS, Mitch McConnell memberikan keterangan kepada media di Capitol Hill, Washington DC (foto: dok).

Anggota-anggota Kongres telah kembali ke Washington DC setelah reses musim libur, tetapi belum juga memutuskan kapan dan bagaimana mengadili Presiden Donald Trump di Senat atas tuduhan-tuduhan pemakzulan yang disetujui oleh DPR bulan Desember lalu.

Sejumlah anggota utama Kongres masih menemui jalan buntu tentang pemakzulan, yang kini semakin rumit dengan perdebatan tentang kepatutan persetujuan Trump atas serangan pesawat nirawak yang menewaskan panglima pasukan elit Iran, Pasukan Quds, Jendral Qassem Soleimani, di luar bandara internasional Baghdad di Irak pekan lalu.

Ketua DPR Nancy Pelosi, pemimpin faksi Demokrat yang menguasai DPR, menolak untuk mengirim dua pasal pemakzulan yang telah disetujui DPR ke Senat, sampai ia yakin peradilan itu akan diselenggarakan secara adil.

Satu pasal yang disetujui DPR itu sepakat bahwa Trump telah menyalahgunakan kekuasaan kepresidenannya untuk menekan Ukraina melakukan penyelidikan terhadap pesaing utamanya dalam pemilu presiden tahun 2020, yaitu mantan wakil presiden Joe Biden. Pasal lainnya adalah tentang upaya menghalang-halangi Kongres ketika menyelidiki tindakan presiden yang terkait dengan Ukraina.

Pemimpin mayoritas Senat Mitch McConnell, yang juga pemimpin faksi Republik yang menguasai Senat, mengatakan majelisnya tidak dapat melangsungkan peradilan pemakzulan tanpa menerima tuduhan pemakzulan dari DPR. Meskipun sebagian senator faksi Republik berniat membebaskan Trump secepat mungkin dari tuduhan-tuduhan itu, Senat sedianya tetap terlebih dahulu memulai sidang.

Pemimpin minoritas Senat Chuck Schummer telah berselisih dengan McConnell ketika berusaha memperoleh jaminan bahwa para pembantu utama Trump di Gedung Putih akan diijinkan memberi kesaksian dalam peradilan pemakzulan, yang ketiga dalam sejarah Amerika.

Namun McConnell, yang mengkoordinir strategi hukum dengan tim pengacara Trump di Gedung Putih, telah menolak keras untuk menjamin bahwa kepala staf sementara Mick Mulvaney, mantan penasehat keamanan nasional John Bolton dan beberapa pejabat lain akan memberikan kesaksian mereka. (em/jm)

Lihat komentar (1)

XS
SM
MD
LG