Tautan-tautan Akses

Setengah Juta Warga China Lakukan Kontak Dekat dengan Pasien Virus Korona


Petugas medis dengan pakaian khusus merawat pasien virus korona di sebuah rumah sakit di Wuhan, China (6/2).
Petugas medis dengan pakaian khusus merawat pasien virus korona di sebuah rumah sakit di Wuhan, China (6/2).

Komisi Kesehatan Nasional China melaporkan hampir setengah juta penduduk China pernah berdekatan dengan orang-orang yang terinfeksi virus korona, yang berasal dari kota Wuhan.

Berdasarkan laporan Komisi Kesehatan dalam situs resminya, hari Kamis (13/2), setidaknya 471.532 orang telah melakukan kontak dekat dengan pasien terinfeksi, dan sekarang ada 181.386 orang yang berada di bawah pengawasan medis.

Angka itu menunjukkan bahwa penyakit pernafasan yang belum diketahui sebelumnya, dan kini diberi nama COVID-19, memiliki kemampuan besar untuk menyebar hingga lebih dari 59.804 penderita yang telah dikonfirmasi China hingga Kamis.

Komisi Kesehatan kini mulai menerbitkan Instruksi Harian tentang perkembangan terkini di China.

Sementara itu, Komite Sanksi PBB mengatakan siap untuk mempertimbangkan pengecualian guna memperbolehkan bantuan internasional masuk ke Korea Utara, untuk melawan penyebaran, atau menangani, virus korona yang menyebar dengan cepat.

Sanksi yang diberlakukan Dewan Keamanan PBB terhadap Korea Utara sejak tahun 2006 itu ditujukan untuk membatasi program nuklirnya, dengan melarang berbagai barang keluar masuk negara itu dengan bebas. Namun PBB telah beberapa kali mengijinkan sejumlah organisasi kemanusiaan untuk memberi bantuan.

Meski begitu, menurut Human Rights Watch, organisasi itu tidak bisa beroperasi di Korea Utara “tanpa seizin pemerintah.”

Sejauh ini Korea Utara belum meminta pertolongan dari organisasi luar meski telah meningkatkan upaya pencegahan virus masuk ke negara mereka. Belum ada laporan resmi terkait kasus virus korona di Korea Utara.

Namun situs Daily NK melaporkan hari Senin seorang perempuan di Pyongyang meninggal bulan Januari karena “pneumonia akut,” gejala serupa infeksi virus korona. Ketika wabah SARS terjadi di tahun 2002 dan 2003, Korea Utara memperbolehkan bantuan internasional masuk untuk melawan virus mematikan itu. [ti/ii]

Recommended

XS
SM
MD
LG