Tautan-tautan Akses

Serangan Udara Kontra-Pemberontakan Tewaskan Sejumlah Tentara Afghanistan


FILE – Seorang petugas keamanan Afghanistan berjalan dengan asap hitam keluar dari gedung di belakangnya setelah serangan Taliban di distrik Gereshk, Afghanistan, Maret 2016.

Para pejabat Kementerian Pertahanan Afghanistan mengukuhkan serangan udara Amerika untuk menghadapi pemberontak hari Jumat (21/7) di provinsi Helmand, Afghanistan Selatan, telah menewaskan sedikitnya 15 anggota pasukan keamanan pemerintah.

Insiden itu terjadi hari Jumat di distrik Gereshk, provinsi Helmand, di mana pertempuran sengit berkecamuk antara pasukan Afghanistan dan pemberontak Taliban.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Afghanistan Dawlat Wazirimengatakan dalam bentrokan itu, sebuah pos terdepan dihantam misil-misil yang ditembakkan sebuah pesawat nirawak Amerika Jumat siang. Ia mengatakan kepada VOA hari Sabtu bahwa serangan itu menewaskan sedikitnya 15 personel keamanan dan mencederai seorang lainnya.

Para pejabat militer Amerika mengukuhkan tewasnya personel keamanan lokal yang bergabung dengan pasukan pemerintah Afghanistan. Para pejabat mengeluarkan pernyataan yang menyebut kematian itu “patut disayangkan” dan berjanji akan melakukan investigasi untuk “menentukan keadaan yang menyebabkan kejadian ini.”

Bentrokan di Gereshk berkobar hari Kamis sewaktu Taliban melancarkan serangan terpadu besar-besaran dalam upaya merebut distrik penting itu.

Serangan itu dimulai dengan tiga pelaku serangan bunuh diri Taliban di kendaraan-kendaraan bermuatan bahan peledak menyerang pos-pos keamanan, yang membuat sebagian pos dikuasai pemberontak.

Berbicara kepada saluran televisi lokal TOLO, juru bicara Kementerian Pertahanan Waziri mengatakan pos keamanan yang dihantam serangan pesawat nirawak itu juga jatuh ke pihak Taliban dan koordinat posisinya diinformasikan kepada militer Amerika sehingga militer dapat mengebom instalasi tersebut dan menyingkirkan pemberontak.

“Tetapi pasukan propemerintah telah merebut pos itu. Pasukan keamanan Afghanistan tidak mengenakan seragam dan ketika itulah pesawat nirawak keliru mengira mereka Taliban dan menyerang mereka,” jelas Waziri.

Sementara itu sumber-sumber Taliban mengklaim satu dari tiga pelaku yang melancarkan serangan bom bunuh diri hari Kamis adalah putera Hibatullah Akhundzada, pemimpin pemberontak Islamis yang buron.

Berbagai sumber mengidentifikasi lelaki berusia 22 tahun itu sebagai Abdul Rahman, dan menyebutkan bahwa ia mengendarai sebuah Humvee yang membawa bahan peledak ke arah pos-pos pasukan Afghanistan di Gereshk.

Klaim tersebut belum dapat segera diverifikasi, tetapi sumber-sumber Taliban menyebutkan Rahman telah merekam pesan video sebelum melakukan misi bunuh dirinya dan rekaman tersebut akan segera dirilis.

Taliban menguasai beberapa distrik di Helmand, provinsi terbesar di Afghanistan, dan kawasan utama tanaman penghasil candu.

Sebelumnya pekan ini, pasukan Afghanistan yang didukung kekuatan udara dan penasihat militer Amerika telah merebut kembali distrik Nawa di dekat ibukota provinsi Lashkargah, sembilan bulan setelah Taliban menguasainya.

Provinsi bergejolak di Afghanistan ini berbatasan dengan Pakistan dan Iran. [uh]

XS
SM
MD
LG