Tautan-tautan Akses

Para pejabat militer Amerika menyatakan serangan udara koalisi di Suriah Utara menewaskan sekitar 100 pejuang pro-pemerintah yang ambil bagian dalam serangan terhadap pasukan oposisi dukungan Amerika.

Koalisi pimpinan Amerika menyatakan para pejuang pro-pemerintah itu melancarkan serangan yang tanpa ada pemicunya terhadap markas besar Pasukan Demokrat Suriah (SDF).

Personel Amerika menjadi penasihat dan membantu SDF, dan sebagian ditugaskan bersama mereka pada waktu serangan yang terjadi di provinsi Deir el-Zour itu.

Para pejabat menyatakan tidak ada personel Amerika yang cedera, sementara seorang anggota SDF luka-luka dalam serangan yang didukung oleh artileri, tank-tank dan peralatan peluncur roket tersebut.

Serangan itu tampaknya merupakan upaya para pejuang pemerintah untuk menguasai daerah-daerah yang direbut kembali oleh SDF dari militan ISIS pada bulan September, tambah para pejabat.

Media pemerintah Suriah menyatakan serangan-serangan udara koalisi menghantam pejuang yang memerangi ISIS dan pasukan SDF. Berbagai laporan menyebut serangan-serangan itu sebagai suatu “agresi” dan menyebabkan puluhan orang tewas.

Suatu pernyataan dari koalisi menegaskan misinya untuk memerangi ISIS, seraya menandaskan “haknya yang tidak dapat ditawar-tawar untuk bertindak dalam membela diri.”

Pasukan Amerika memulai serangan udara di Suriah pada September 2014, setelah militan ISIS merebut daerah-daerah yang luas di bagian timur negara itu, serta di bagian utara dan barat Irak.

Setahun kemudian, Rusia bergabung dalam pertempuran untuk mendukung pasukan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Para pejabat militer Amerika menyatakan koalisi melakukan kontak dengan Rusia sebelum, selama dan setelah serangan hari Rabu (8/2), dan telah memberitahu Rusia mengenai keberadaan pasukan SDF di daerah tersebut. [uh]

XS
SM
MD
LG