Tautan-tautan Akses

AS

Serangan Misil AS di Suriah Ancam Hubungan dengan Rusia


Kapal perang angkatan laut AS USS Porter meluncurkan misil tomahawk ke wilayah Suriah di perairan laut Mediterania, April 7, 2017.

Serangan misil Amerika terhadap Suriah sebagai pembalasan atas serangan senjata kimia yang menewaskan kira-kira 100 orang sipil sedang mengancam hubungan Amerika dan Rusia, sekutu erat pemerintah Suriah yang dituduh melakukan serangan gas beracun itu.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Jumat pagi (7/4) serangan itu “akan merusak hubungan Amerika-Rusia” dan “melanggar hukum internasional, menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Kremlin.

Dalam menanggapi serangan Amerika itu, Rusia mengatakan pihaknya menghentikan sementara persetujuan menghindari konflik yang tidak disengaja antara pesawat militer Amerika dan Rusia yang beroperasi di wilayah udara Suriah.

Duta Besar Amerika di PBB, Nikki Haley, mengatakan dalam rapat darurat PBB hari Jumat (8/4) Presiden Suriah Bashar al-Assad mungkin mengelabui Rusia dengan menyembunyikan senjata kimia terhadap Rusia, yang mungkin menjelaskan dukungan militer yang kokoh Rusia bagi rejim Suriah.

Militer Amerika menembakkan rentetan misil ke Suriah, serangan langsung pertama Amerika terhadap pasukan pemerintah Suriah.

Lima puluh sembilan misil penjelajah Tomahawk ditembakkan ke Suriah kira-kira pukul 4:40 pagi waktu Suriah dari dua kapal perusak angkatan laut Amerika “USS Porter” dan “USS Ross” yang ditempatkan di bagian timur Laut-Tengah. Peluncuran misil itu berlangsung tiga hingga empat menit, kata pejabat Amerika.

Kantor presiden Suriah menggambarkan serangan itu dalam pernyataan sebagai tindakan gegabah dan tidak bertanggung jawab. Pernyataan itu menambahkan serangan tersebut berpandangan sempit dan kelanjutan kebijakan Amerika menaklukkan bangsa lain.

Pasukan Amerika kabarnya telah menjadikan Lapangan Udara Shayrat sebagai sasaran di Suriah barat. Seorang pejabat Angkatan Laut mengatakan kepada VOA lapangan terbang itu dijadikan sasaran karena itulah yang paling mungkin digunakan untuk meluncurkan serangan senjata kimia hari Selasa ke sebuah kota yang dikuasai pemberontak. [gp]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG