Tautan-tautan Akses

Seoul Langsungkan Penyelidikan Terkait Kematian Wali Kota


Potret mendiang Wali Kota Seoul, Park Won-soon, di rumah sakit di Seoul, Korea Selatan, Jumat, 10 Juli 2020. (Seoul Metropolitan Government via AP)
Potret mendiang Wali Kota Seoul, Park Won-soon, di rumah sakit di Seoul, Korea Selatan, Jumat, 10 Juli 2020. (Seoul Metropolitan Government via AP)

Pemerintah kota Seoul, ibu kota Korea Selatan, menyatakan, Rabu (15/7), akan melangsungkan penyelidikan terhadap dugaan pelecehan seksual yang dilakukan mendiang Wali Kota Park Won-soon, yang ditemukan tewas setelah salah seorang sekretarisnya mengajukan gugatan hukum terkait pelecehan itu.

Juru bicara pemerintah kota Seoul, Hwang In-sik, mengatakan, komisi penyelidikan yang dibentuk akan mencakup sejumlah aktivis dan pakar, namun tidak mengungkapkan kapan penyelidikan itu akan dimulai dan seberapa besar kewenangan yang dimilikinya.

“Dengan membentuk komisi penyelidikan bersama, kita akan bisa memastikan keadilan dan objektivitas penyelidikan ini,” kata Hwang. “Kami akan berdiskusi dengan organisasi-organisasi HAM perempuan dan kelompok-kelompok lain untuk membahas bagaimana komisi ini akan dibentuk, dioperasikan, dan kapan akan dimulai.”

Jasad Park ditemukan di sebuah hutan di bagian utara Seoul, Jumat pagi (10/7), menyusul usaha pencarian besar-besaran yang melibatkan ratusan polisi, anjing pelacak dan drone. Park dinyatakan hilang sejak Kamis, satu hari setelah muncul gugatan hukum terhadapnya. Menurut gugatan hukum itu, Park telah bertahun-tahun melakukan pelecehan seksual terhadap salah seorang sekretarisnya, termasuk mengirimkan foto-foto tidak senonoh. Gugatan hukum itu merusak reputasi Park yang dikenal sebagai politisi proreformasi dan pejuang hak-hak perempuan. Ia bahkan disebut-sebut sebagai kandidat presiden Partai Demokrat, partainya Presiden Moon Jae-in, untuk pemilu 2022. [ab/uh]

Recommended

XS
SM
MD
LG