Tautan-tautan Akses

AS

Seorang Lagi Pejabat Keamanan Trump Mengundurkan Diri


Sebastian Gorka, pejabat keamanan nasional President Donald Trump, di Gedung Putih, Washington, D.C., 2 Mei 2017. (Foto: dok).

Pejabat keamanan nasional Sebastian Gorka mengatakan ia telah mengundurkan diri dari jabatannya di Gedung Putih, menjadikannya pejabat terakhir yang meninggalkan pemerintahan Presiden Donald Trump.

Dalam surat pengunduran diri yang ditulis Gorka dan diperoleh sejumlah media, ia mengatakan keputusan Trump untuk mengirim lebih banyak tentara ke Afghanistan membuatnya tidak puas dengan arah kebijakan luar negeri yang dituju pemerintahan Trump.

“Sayangnya, di luar diri Anda sendiri, individu-individu yang paling banyak mewujudkan dan mewakili kebijakan yang akan ‘Membuat Amerika Hebat Lagi’ telah ditolak secara internal, disingkirkan secara sistematis, atau dirongrong dalam beberapa bulan ini. Ini terlihat jelas sewaktu saya membaca naskah pidato Anda mengenai Afghanistan pekan ini,” tulis Gorka dalam suratnya kepada Trump.

Gorka mengatakan istilah “teror Islam radikal” telah disingkirkan dari pidato itu. Ini, kata Gorka, menunjukkan bahwa unsur penting dari kampanye kepresidenan Trump telah hilang.

“Tidak dicantumkannya hal ini seharusnya benar-benar mengganggu setiap profesional keamanan nasional, dan setiap orang Amerika yang tidak puas dengan keputusan kebijakan yang menghancurkan 16 tahun belakangan ini,” tulis Gorka lagi.

Sementara Gorka bersikukuh ia mengundurkan diri dari jabatannya, banyak media yang mengutip sumber-sumber anonim di pemerintahan yang menyatakan bahwa Gorka didesak keluar.

Seorang sumber mengatakan kepada Associated Press bahwa Gorka tidak mengundurkan diri tetapi ia “tidak lagi bekerja di Gedung Putih.”

Gorka, mantan editor di situs konservatif Breitbart, bergabung dengan pemerintahan Trump sebagai penasihat kontra-terorisme yang berpandangan keras mengenai terorisme. [uh]

XS
SM
MD
LG