Tautan-tautan Akses

AS

Senator Republik Kukuhkan Kritik Calon Hakim Agung Terhadap Trump


Calon hakim agung Neil Gorsuch (kiri) bersama Senator Ben Sasse di Capitol Hill, Washington, D.C. (7/2).

Komentar-komentar Gorsuch membuktikan ia akan menjadi suara yang mandiri di Mahkamah Agung jika dikukuhkan.

Seorang senator Partai Republik bergabung dengan rekannya dari Partai Demokrat yang mengungkapkan pembicaraan pribadi dengan hakim Neil Gorsuch, dimana calon hakim agung itu mengkritik serangan-serangan verbal Presiden Donald Trump terhadap hakim federal dan pengadilan secara keseluruhan.

Berbicara pada sidang Senat hari Kamis (9/2), Senator Partai Republik, Ben Sasse dari Nebraska mengatakan ia menanyai Gorsuch awal minggu ini mengenai pesan-pesan Twitter Trump yang mengecam seorang hakim federal yang menangguhkan inpresnya mengenai pengungsi dan larangan perjalanan terhadap tujuh warga negara mayoritas Muslim.

“Ia (Gorsuch) menjadi sedikit emosional dan mengatakan, serangan atau kecaman apa pun terhadap sesama hakim adalah serangan atau kecaman terhadap semua hakim,” kata Sasse.

“Ia mengatakan bahwa sangat mengecilkan hati mendengar hal-hal yang bisa melecehkan kredibilitas dan kebebasan pengadilan."

Ucapan Sasse sama dengan apa yang dikatakan Senator Partai Demokrat Richard Blumenthal dari Connecticut, yang juga bertemu secara pribadi dengan Gorsuch, pertemuan biasa jika seorang calon sedang dipertimbangkan Senat.

Para pembantu Gorsuch membenarkan inti ucapan Blumental. Presiden Trump lewat Twitter kembali menuduh Blumenthal salah mengartikan kata-kata Gorsuch dan mempertanyakan catatan pengabdian senator itu kepada negara.

Sasse mengatakan komentar-komentar Gorsuch membuktikan ia akan menjadi suara yang mandiri di Mahkamah Agung jika dikukuhkan untuk mengisi kursi mendiang hakim agung Antonin Scalia, yang meninggal tahun lalu.

“Sejujurnya, saya kira setiap orang dalam lembaga ini harus merayakan pencalonan seseorang yang menegaskan tiga lembaga pemerintah yang terpisah dan kemandirian pengadilan,” kata senator asal Nebraska itu.

Mengenai hal itu, Pihak Demokrat mengatakan mereka masih belum yakin.

“Berbisik-bisik di ruang tertutup kepada senator bahwa ia sakit hati dan tidak mengecam apa yang dilakukan presiden kepada pengadilan dan tidak melakukannya secara terbuka?" kata ketua minoritas Senat Chuck Schumer asal New York dari Partai Demokrat.

“Apa yang dilakukannya tidak menunjukkan kemandirian. Itu menunjukkan kemampuan untuk ingin tampak mandiri tanpa melakukan apa pun”. [my/al]

XS
SM
MD
LG