Tautan-tautan Akses

AS

Senat Hadapi Pertikaian Besar Soal Calon Hakim MA Pilihan Trump

  • Jim Malone

Hakim Neil Gorsuch saat berada di Gedung Putih, Washington DC, 31 Januari 2017 (Foto: dok).

Senat Amerika menghadapi pertikaian besar terkait pengukuhan calon pilihan Presiden Donald Trump sebagai hakim agung, Neil Gorsuch. Sebagian anggota fraksi Demokrat telah menyatakan menentang Gorsuch, dan Presiden Trump mendesak fraksi Republik agar mengubah peraturan Senat jika diperlukan untuk memastikan calonnya dikukuhkan.

Hakim Pengadilan Tinggi Neil Gorsuch mengunjungi gedung Kongres di Capitol Hill, bertemu dengan para senator, termasuk pemimpin mayoritas partai Republik Mitch McConnell.

"Menurut saya presiden mengajukan calon yang luar biasa, dan kami semua gembira dan ingin proses konfirmasi segera dimulai,” kata Senator McConnell.

Presiden Trump mengatakan ia memilih Gorsuch untuk mewujudkan janji kampanyenya mencalonkan seseorang yang benar-benar konservatif ke Mahkamah Agung. Gorsuch berjanji akan menjadi hakim yang independen jika dikukuhkan.

"Sewaktu kami mengenakan toga, jubah ini tidak membuat kami lebih cerdas. Tetapi ini menjadi pengingat mengenai apa yang diharapkan dari kami – ketidakberpihakan dan kemandirian, kolegialitas dan keberanian,” kata Neil Gorsuch.

Tetapi anggota Demokrat di Senat telah siap bertarung. Sebagian bahkan menolak Gorsuch sama sekali.

"Pemerintahan ini, setidaknya pada awalnya, tampaknya kurang menghormati supremasi hukum dibandingkan pemerintahan sebelumnya dan menantang Konstitusi dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata pemimpin fraksi Demokrat, Senator Chuck Schumer.

Fraksi Demokrat mungkin berusaha menghalangi pengukuhan Gorsuch dengan menggunakan cara filibuster, suatu taktik mengulur-ulur waktu di parlemen yang digunakan untuk menghalangi pencalonan-pencalonan sebelumnya.

Fraksi Republik menjadi mayoritas di Senat dengan 52 kursi berbanding 48 dan perlu 60 suara untuk mengatasi filibuster.
Sebagian anggota fraksi Republik menyatakan mereka akan menggunakan apa yang disebut opsi mayoritas sederhana untuk mengubah peraturan Senat guna menyingkirkan filibuster.

Di Gedung Putih, Trump tidak diragukan lagi akan mendesak pemimpin partai Republik McConnell agar mengubah peraturan Senat jika perlu untuk mengukuhkan Gorsuch.

"Tetapi jika kita akhirnya menghadapi kebuntuan, saya akan katakan, jika Anda bisa, Mitch (McConnel), gunakanlah mayoritas sederhana,” kata Presiden Trump.

Tahun lalu, fraksi Republik menghalangi calon pilihan Presiden Barack Obama untuk menjadi hakim agung, Merrick Garland, sehingga membuat berang fraksi Demokrat.

Perdebatan mendatang di Senat mengenai Gorsuch merupakan yang terbaru dari serangkaian nominasi di Mahkamah Agung yang berlatar belakang politik, yang dimulai dengan pertikaian tahun 1987 mengenai Hakim Robert Bork. Bork dicalonkan oleh Presiden Ronald Reagan tetapi kalangan Demokrat menolaknya di Senat.

Pertikaian sengit lainnya berlangsung pada tahun 1991 sewaktu fraksi Demokrat mempertanyakan calon hakim agung Clarence Thomas mengenai tuduhan perilaku tak senonoh pada sidang konfirmasinya. Thomas akhirnya dikukuhkan dan hingga kini masih menjadi Hakim Agung. "Ini sirkus, ini aib nasional,” komentarnya.

Jika dikukuhkan, Gorsuch akan mengisi kursi yang ditinggalkan Hakim Antonin Scalia, yang meninggal mendadak tahun lalu. Scalia dianggap sebagai tokoh konservatif di Mahkamah Agung, dan merupakan sosokyang dipuji Gorsuch pada waktu pencalonannya diumumkan Presiden Trump. [uh/lt]

XS
SM
MD
LG