Tautan-tautan Akses

Senat Setujui Pilihan Trump untuk Hakim Agung dengan Suara Partisan 


Presiden Donald Trump dan Hakim Agung Amy Coney Barrett di Balkon Blue Room setelah pengukuhan di Gedung Putih, 26 Oktober 2020.
Presiden Donald Trump dan Hakim Agung Amy Coney Barrett di Balkon Blue Room setelah pengukuhan di Gedung Putih, 26 Oktober 2020.

Senat Amerika mengonfirmasi hakim banding federal Amy Coney Barrett untuk menduduki kursi di Mahkamah Agung dalam pemungutan suara 52-48 pada Senin (26/10) malam.

Senator Republik Susan Collins dari negara bagian Maine bergabung dengan seluruh kaukus Demokrat yang memberikan suara menentang konfirmasi Barrett. Collins mengatakan dia tidak akan memberikan suara untuk konfirmasi Barrett karena berdekatan pemungutan suara dengan pemilihan presiden minggu depan.

Menurut kantor berita Associate Press, belum pernah ada hakim Mahkamah Agung lainnya yang dikonfirmasi tanpa dukungan sama sekali dari Fraksi Minoritas sedikitnya dalam 150 tahun.

Barrett adalah hakim ketiga di Mahkamah Agung yang beranggotakan sembilan orang yang dicalonkan oleh Presiden Donald Trump dan secara signifikan mengarahkan keseimbangan ideologisnya menjadi mayoritas enam hakim agung konservatif lawan tiga hakim agung liberal.

Hakim Agung Clarence Thomas diperkirakan akan memimpin acara sumpah jabatan di Gedung Putih. Acara ini direncanakan berlangsung pada Senin (26/10) malam waktu Amerika.

Partai Demokrat berpendapat bahwa keputusan memilih calon untuk kursi hakim MA itu seharusnya diserahkan kepada kandidat mana pun yang memenangkan pemilihan presiden, sama sikap Partai Republik ketika ada kekosongan pada tahun pemilihan awal 2016. Partai Republik kemudian menolak untuk mempertimbangkan calon Presiden Demokrat Barack Obama ketika itu, yakni hakim banding, Merrick Garland.

“Senat melakukan hal yang benar,” kata Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell, Minggu (25/10), ketika mengajukan konfirmasi Barrett. Kami memajukan nominasi ini.

Dikutip oleh Associated Press, Senator Demokrat Elizabeth Warren, dari negara bagian Massachusetts, menyebut pemungutan suara itu “tidak sah” dan merupakan “hembusan napas terakhir dari partai yang putus asa."

Barrett berpotensi mempertimbangkan sengketa pemilihan yang melibatkan Trump, meskipun tidak jelas apakah dia akan melepaskan dirinya dari kasus itu karena Trump menunjuknya ke MA.

Dalam dengar pendapat konfirmasi di depan Komite Kehakiman Senat dua minggu lalu dia menolak untuk mengatakan apakah dia akan menghindari perselisihan tentang batas waktu yang diperpanjang bagi pemilih untuk mengembalikan surat suara dan isu-isu lain yang dipertentangkan oleh Partai Republik dan Partai Demokrat. [lt/pp]

XS
SM
MD
LG