Tautan-tautan Akses

AS

Senat AS Tolak Pernyataan “Keadaan Darurat Nasional” oleh Trump


Presiden AS Donald Trump mengunjungi pembangunan tembok perbatasan di Otay Mesa, California selatan, 18 September 2019 lalu.

Senat Amerika kembali menolak pernyataan “keadaan darurat nasional” yang diumumkan oleh Presiden Donald Trump dan rencananya untuk mengalihkan dana 3,6 milyar dolar dari berbagai proyek militer untuk membangun tembok di perbatasan Amerika-Meksiko.

Pembangunan tembok itu merupakan janji kampanye Trump, yang ditegaskannya kembali ketika berkunjung ke San Diego bulan ini.

"Tembok itu akan mencapai panjang 140 kilometer lebih, dan mungkin bisa mencapai 800 km akhir tahun depan, tergantung sulit atau tidaknya kawasan yang akan dipasangi tembok itu," kata Trump.

Karena tidak puas dengan dana yang diberikan oleh Kongres, Trump berusaha mendapatkan dana dengan mengambil 3, 6 milyar dollar dari berbagai proyek militer, seperti pembangunan sekolah di pangkalan-pangkalan militer Amerika.

Senat Amerika telah menolak rencana itu untuk kedua kalinya, tapi tidak punya cukup suara untuk mengalahkan veto presiden, yang kemungkinan akan dikeluarkan lagi oleh Trump.

Senator Robert Menendez dari partai Demokrat mengatakan, Trump sedang berusaha untuk mempergawat situasi migrasi regional demi kepentingan politik domestiknya dengan merugikan keamanan nasional.

Sementara itu, Trump telah mendesak negara-negara Amerika Tengah untuk mencegah warganya bergerak ke arah utara, dan menampung para pencari suaka yang ditolak masuk ke Amerika.

"Kami bahkan telah mencapai perjanjian dengan Meksiko, El-Salvador dan Honduras untuk hal itu, tanpa minta bantuan Kongres," kata Trump.

Masalah keamanan di perbatasan adalah soal penting bagi Trump yang sedang berusaha terpilih lagi tahun depan.

Kata pakar strategi Partai Republik john Feehery, "Kalau anda pendukung kuat Trump, pastilah anda senang dengan janji Presiden untuk melindungi perbatasan kita, supaya lebih sedikit imigran gelap masuk ke Amerika, dan ini akan menaikkan pendapatan anda."

Tapi kata pakar bipartisan pada Pusat Kebijakan Imigrasi, Cristobel Ramon, Trump mungkin terlalu banyak mengumbar janji untuk membangun tembok, dan mempertanyakan apakah perjanjian yang dicapainya dengan ketiga negara Amerika tengah itu akan bisa dijalankan.

"Keberhasilan kebijakan Trump soal tembok pembatas itu akan tergantung dari apakah jumlah migran yang masuk ke Amerika bisa terus menurun," kata Ramon. (ii/em)

XS
SM
MD
LG