Tautan-tautan Akses

AS

Senat AS Cermati Penjualan Senjata Saudi, Uni Emirat Arab


Presiden Donald Trump memperlihatkan bagan penjualan senjata kepada Arab Saudi dalam pertemuan dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman di Gedung Putih, 20 Maret 2018.

Akhir pekan ini, Senat Amerika diperkirakan berupaya menghadang rencana penjualan senjata senilai $8 miliar ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Banyak di antara legislator Amerika yang berang atas catatan HAM Riyadh, perang di Yaman dan pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi pada tahun lalu.

Emosi kuat mengenai Arab Saudi sangat terasa di Senat Amerika.

“Hubungan yang sekarang ini dengan Arab Saudi tidak sesuai untuk Amerika. Saya tidak akan pernah membiarkan ini berlangsung sebelum semuanya berubah di Arab Saudi,” kata Senator Lindsey Graham dari Fraksi Rebublik.

Sedangkan Senator Chris Murphy dari Fraksi Demokrat mengatakan, “Sekutu macam apa yang menculik penduduk negara kita, Khashoggi, yang meminta perlindungan kita, membawanya ke konsulat, memutilasinya dan melenyapkannya? Sifat aliansi ini dengan Arab Saudi telah terungkap.”

Berbulan-bulan setelah Senat dengan selisih suara tipis menyetujui resolusi untuk mengakhiri dukungan Amerika terhadap kampanye udara pimpinan Saudi dalam perang saudara berdarah di Yaman, majelis tersebut mungkin akan menentang penjualan bom-bom dan peluru kendali Amerika serta dukungan militer bagi Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Upaya pemerintahan Presiden AS Donald Trump untuk mempercepat transaksi senjata dengan mengeluarkan deklarasi darurat telah membuat kesal para legislator dari kedua partai.

“Saya senang mengetahui bahwa saya bukan satu-satunya di majelis ini yang risau oleh kesediaan presiden untuk melangkahi Kongres dan menjual persenjataan ini tanpa mempertimbangkan berbagai peristiwa apapun baru-baru ini yang telah membuat tegang hubungan kita dengan Arab Saudi,” kata Senator Robert Menendez dari Fraksi Demokrat.

Senator Lindsey Graham berbicara kepada para wartawan setelah pertemuan tertutup membahas pembunuhan wartawan Arab Saudi Jamal Khashoggi. Pertemuan digelar oleh Direktur Badan Intelijen Pusat AS (CIA) Gina Haspel di Gedung Perlemen di Washington, 4 Desember 2018.
Senator Lindsey Graham berbicara kepada para wartawan setelah pertemuan tertutup membahas pembunuhan wartawan Arab Saudi Jamal Khashoggi. Pertemuan digelar oleh Direktur Badan Intelijen Pusat AS (CIA) Gina Haspel di Gedung Perlemen di Washington, 4 Desember 2018.

Dengan mayoritas sederhana diperkirakan masih eksis untuk meloloskan resolusi mengenai tentangan para legislator itu, ada keraguan mayoritas super dua pertiga dapat digalang untuk mengatasi veto terhadap resolusi yang kemungkinan besar akan dikeluarkan presiden.

Pekan lalu, Senat menolak mempertimbangkan upaya memblokir penjualan senjata ke Bahrain dan Qatar. Perdebatan menunjukkan bahwa penjualan senjata ke Timur Tengah masih tetap populer di antara sejumlah besar anggota Republik, terutama mengingat sejumlah insiden merisaukan di kawasan Teluk Persia.

Senat AS Cermati Penjualan Senjata Saudi, Uni Emirat Arab
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:02:39 0:00

“Sementara ekonomi Iran terhuyung-huyung di bawah beban sanksi-sanksi baru Amerika, para ayatullah terus menyerang dan murka terhadap dunia. Penting sekali bagi kita untuk mendukung mitra-mitra kita di kawasan Teluk Persia selama masa-masa berbahaya ini agar mereka dapat membela diri dari agresi Iran,” ujar Senator Tom Cotton dari Fraksi Republik.

Para anggota fraksi Republik lainnya berpendapat bahwa menahan penjualan senjata hanya akan memaksa sekutu-sekutu lama membeli senjata dari musuh-musuh Amerika. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG