Tautan-tautan Akses

AS

Sementara TPP Menghapus Tarif, Trump Berlakukan Yang Baru


Wakil Presiden AS Mike Pence (kanan) mendengarkan saat Presiden Donald Trump memberikan keterangan terkait impor baja dan aluminium, di Ruang Roosevelt, Gedung Putih, Washington, 8 Maret 2018.

Meskipun mendapat banyak tentangan bahkan dari partainya sendiri dan peringatan akan adanya pembalasan dari mitra-mitra dagang AS di luar negeri, Presiden Donald Trump, Kamis (9/3), memberlakukan bea impor baja dan alumunium. Langkah itu diambil pada hari yang sama ketika 11 negara menandatangani kesepakatan perdagangan bebas Kemitraan Trans-Pasifik tanpa AS.

Sebelas negara menandatangani Kemitraan Trans-Pasifik (TPP), sebuah langkah signifikan untuk mengurangi hambatan perdagangan dunia. Langkah itu diambil bahkan ketika Presiden Donald Trump, Kamis (8/3), mengambil langkah untuk meningkatkannya.

Baca juga: Trump Tandatangani Aturan Bea Impor Baja dan Aluminium

Trump, yang mundur dari TPP tahun lalu, memberlakukan tarif atau bea impor baja dan alumunium, sebuah langkah yang sebagian untuk melindungi produsen dalam negeri.

Presiden Trump mengatakan, "Anda benar-benar tulang punggung Amerika. Anda tahu itu. Orang-orang yang sangat istimewa.”

Presiden AS Donald Trump usai penandatanganan aturan bea impor baja dan aluminium di Gedung Putih, Washington, 8 Maret 2018.
Presiden AS Donald Trump usai penandatanganan aturan bea impor baja dan aluminium di Gedung Putih, Washington, 8 Maret 2018.

Gedung Putih pada awalnya mengatakan, tarif itu akan diberlakukan pada semua baja dan alumunium impor – 25 persen untuk baja dan 10 persen untuk aluminium. Namun, belakangan, kebijakan itu mengalami perubahan.

Kini, bea impor itu tidak diberlakukan terhadap Meksiko dan Kanada, yang terlibat dalam perundingan-perundingan perdagangan bebas dengan AS. Negara-negara lain juga bisa mengajukan permohonan pengecualian.

Trump menyatakan, industri baja dan alumunium AS penting bagi pertahanan sehingga bea impor perlu diberlakukan untuk melindungi keamanan nasional.

"Kita ingin membangun kapal, kita ingin membangun pesawat, peralatan militer dengan baja dan aluminium dari negeri kita sendiri,” imbuhnya.

Menurut Ken Shadlen dari London School of Economics, Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) menghadapi situasi yang sulit menyusul langkah AS ini.

“Para hakim di WTO mungkin akan mengatakan, dengan alasan keamanan nasional, AS berhak melakukan itu. Dan jika itu dibiarkan terjadi, seluruh sistem perdagangan global pada dasarnya tidak berlaku lagi. Karena pada dasarnya, Anda bisa melakukan apapun dengan alasan keamanan nasional.”

Baca juga: IMF, Eropa Tegur Trump soal Rencana Kenaikan Tarif

Namun beberapa pendukung perdagangan bebas mengatakan, alasan keamanan nasional tidak dapat dibenarkan.

Simon Lester, analis kebijakan perdagangan dari Cato Institute, mengatakan, "Alasan mereka tampaknya adalah kalau kita tidak memiliki industri baja dan alumunium, bagaimana kita bisa membuat semua senjata kita? Namun kenyataannya adalah, kita mempunyai industri baja dan alumunium, dan industri itu menghasilkan banyak baja dan aluminium. Bahkan Departemen Pertahanan AS juga keberatan dengan kebijakan ini dan mengatakan bahwa pada dasarnya yang kita butuhkan hanya tiga persen dari produk baja AS. Jadi kita punya banyak baja.”

Baca juga: Kanada, Eropa, WTO Beri Tanggapan Negatif pada Ancaman Trump Terhadap Impor Baja, Aluminium

Sejumlah pertanyaan besar masih menggantung, termasuk: Negara mana yang akan mendapat pengecualian bea impor? Bagaimana mitra-mitra dagang AS akan membalas? Dan seberapa besar kenaikan harga yang akan diberlakukan produk-produk AS yang menggunakan baja dan alumunium?

Namun satu hal yang tampaknya pasti: peran AS dalam sistem perdagangan global berubah dengan cepat. [ab/lt]

XS
SM
MD
LG