Tautan-tautan Akses

Sekjen PBB Serukan Internasional Bantu Negara-negara yang Dilanda Topan Idai


Sebuah bangunan gereja dan kawasan permukiman yang rusak setelah dilanda Topan Idai di kota Beira, Mozambik (27/3).

Sekjen PBB, António Guterres menyerukan masyarakat internasional untuk bergerak cepat dalam memberi bantuan keuangan kepada tiga negara di selatan Afrika yang hancur oleh topan Idai.

PBB meminta hampir $282 juta untuk memenuhi kebutuhan mendesak selama tiga bulan ke depan di Mozambik, yang paling terpukul. Permintaan dana untuk Malawi dan Zimbabwe akan dilakukan dalam beberapa hari mendatang.

Angin kencang dan hujan lebat menewaskan setidaknya 750 orang di Mozambik dan negara tetangga, Malawi dan Zimbabwe, serta membuat ratusan ribu orang kehilangan tempat tinggal.

Sebuah tim medis China termasuk di antara para pekerja kemanusiaan yang bekerja untuk mencegah penyebaran penyakit yang berpotensi mematikan seperti kolera dan malaria, terutama di kota Beira di Mozambik, di mana upaya pemulihan sedang dilakukan.

"Kami ingin membunuh patogen dan mencegah penularan melalui desinfeksi atau pembersihan dari kuman. Kami juga ingin memberi tahu orang-orang setempat bagaimana menghindari infeksi dari patogen dan bagaimana menghindari penularan keluarga dan teman-teman setelah terjangkit," kata seorang petugas.

PBB dan badan-badan mitranya juga membantu komunitas yang terkena dampak topan.

Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah telah meminta dana kemanusiaan $30,5 juta untuk memberi bantuan penyelamatan bagi 200.000 korban yang paling rentan di Mozambik. Departemen Pertahanan AS mengatakan, akan memberi $6,5 juta bantuan kemanusiaan langsung ke Mozambik.

Sementara itu, otoritas lokal dan lembaga bantuan internasional yang kewalahan menghadapi kehancuran dan kerusakan besar-besaran akibat Topan Idai di Mozambik menghadapi krisis baru: kolera.

Kepada wartawan hari Rabu (27/3), pejabat senior kesehatan Ussene Isse mengatakan, lima kasus penyakit yang ditularkan melalui air itu ditemukan di kawasan kota pesisir Beira, yang mengalami kerusakan paling parah ketika topan melanda Mozambik, Malawi dan Zimbabwe akhir pekan lalu. Topan itu merusak infrastruktur kota, termasuk persediaan air dan sistem sanitasi.

Kolera adalah penyakit yang ditimbulkan bakteri yang terdapat pada air minum yang tercemar dan sanitasi yang buruk, dan menyebabkan diare yang sangat serius sehingga bisa mematikan dalam beberapa jam jika dibiarkan tidak diobati. Petugas kesehatan juga menghadapi peningkatan jumlah penderita diare yang akut. Organisasi Kesehatan Sedunia mengatakan 900 ribu vaksin kolera oral diperkirakan tiba di wilayah itu pekan ini.

Dokter Tanpa Batas meningkatkan kegiatan mengobati penderita kolera dan membantu mengurangi penyebaran penyakit itu di wilayah tersebut. (ps/ka)

Recommended

XS
SM
MD
LG