Tautan-tautan Akses

Seekor Harimau Sumatera di Bengkulu Mati, Diduga Kuat karena Diburu


Harimau Sumatera berusia dua tahun yang ditemukan mati di kawasan hutan produksi terbatas Bukit Badas, Kabupaten Seluma, Bengkulu, Kamis 20 Februari 2020. (Courtesy: BKSDA Bengkulu)

Seekor harimau Sumatera ditemukan mati di Kabupaten Seluma, Bengkulu. Tragisnya, harimau tersebut mati terkena jerat dan diduga kuat menjadi korban perburuan.

Seekor harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) berumur dua tahun ditemukan mati di kawasan hutan produksi terbatas Bukit Badas, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu. Kepala Seksi Wilayah II Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, Mariska Tarantona mengatakan harimau betina tersebut mati lantaran terkena jerat di bagian leher.

“Hari ini, Kamis, 20 Februari 2020, kami BKSDA Bengkulu melakukan evakuasi harimau Sumatera yang mati terkena jerat. Kami dapat informasi terkait harimau yang mati terkena jerat kemarin Rabu 19 Februari 2020 dari masyarakat Desa Singsingan, Kecamatan Seluma Utara, Kabupaten Seluma, Bengkulu. Masyarakat atas nama Ridwan (45) pada Rabu sekitar pukul 07.00 WIB ketika akan mencari umbut untuk konsumsi di sekitar wilayah Desa Selingsingan melihat ada harimau yang terjerat dan sudah dalam kondisi mati,” kata Mariska saat dihubungi VOA, Kamis (20/2).

Pada saat ditemukan harimau tersebut sudah dalam kondisi membusuk. Satwa langka dilindungi itu diperkirakan terkena jerat dan telah mati lebih dari tiga hari.

“Bangkai harimau tersebut kami bawa ke kantor BKSDA Bengkulu, karena kondisinya sudah membusuk. Kemudian kami dokumentasikan untuk identifikasi lebih lanjut. Lalu kami ambil sampel untuk uji identifikasi DNA, setelah itu dikuburkan,” ujar Mariska.

Harimau Sumatera yang ditemukan mati di kawasan hutan produksi terbatas Bukit Badas, Kabupaten Seluma, Bengkulu. Kamis 20 Februari 2020. (Courtesy: BKSDA Bengkulu)
Harimau Sumatera yang ditemukan mati di kawasan hutan produksi terbatas Bukit Badas, Kabupaten Seluma, Bengkulu. Kamis 20 Februari 2020. (Courtesy: BKSDA Bengkulu)

Mariska mengatakan, sejumlah jerat ditemukan tak jauh dari bangkai harimau malang tersebut pada saat petugas BKSDA Bengkulu berada di tempat kejadian matinya harimau.

“Dari lokasi harimau terjerat, sekitar 20 meter, kami temukan satu jerat yang masih aktif. Lalu, di depan jerat ada bangkai babi, sebagai umpan harimau itu. Kemudian jerat-jerat itu kami amankan dan bawa ke BKSDA Bengkulu,” tuturnya.

BKSDA Bengkulu menduga harimau Sumatera itu mati diburu lantaran jerat yang menjepit di lehernya terbuat dari bahan yang biasa digunakan pemburu si Raja Hutan tersebut.

“Dugaan kami memang ke sana, karena jerat yang digunakan itu memang biasa dipakai oleh pemburu satwa, bukan yang dipakai masyarakat untuk menjerat babi. Sebab dari bentuk bahan jeratnya juga itu diindikasikan memang biasa digunakan untuk menjerat harimau,” ungkap Mariska.

Seekor Harimau Sumatera di Bengkulu Mati, Diduga Kuat karena Diburu
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:02:55 0:00

Kapolres Seluma, AKBP I Nyoman Mertha Dana mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait matinya harimau yang diduga diburu. Dia mengungkapkan, kasus perburuan terhadap harimau Sumatera di Seluma pernah terjadi pada tahun 2019.

“Ini masih dalam tahap penyelidikan. Tahun kemarin pernah ada kejadian yang sudah kami ungkap, harimau juga. Ini bukan yang pertama di Seluma,” ucapnya kepada VOA. [aa/uh]

Lihat komentar (1)

Forum ini telah ditutup.

Recommended

XS
SM
MD
LG