Tautan-tautan Akses

Saudi Umumkan Investasi di Indonesia di Tengah Kunjungan Raja


Presiden Joko Widodo membantu Raja Salman berjalan dalam pertemuan mereka di Istana Bogor (1/3). (AP/Achmad Ibrahim)

Raja Arab Saudi Salman melakukan pembicaraan dengan Presiden Joko Widodo, Rabu (1/3), dan menandatangani serangkaian persetujuan kerjasama pada awal kunjungan sembilan hari di Indonesia.

Kunjungan tersebut merupakan yang pertama dilakukan oleh raja Saudi dalam hampir lima dekade.

Kedua negara menandatangani 11 pakta, termasuk komitmen Saudi untuk menyediakan US$1 miliar untuk dana pembangunan dan kerjasama untuk memberantas kejahatan transnasional seperti penyelundupan manusia, terorisme dan perdagangan narkoba.

Perjanjian lain termasuk penghapusan hambatan perdagangan dan persetujuan baru antara perusahaan energi Saudi Aramco dan Pertamina, berdasarkan rencana yang sudah ada senilai $6 miliar untuk memperluas kilang terbesar Indonesia di Cilacap.

Duta besar Saudi untuk Indonesia mengatakan kepada Reuters hari Selasa bahwa kedua negara akan bekerjasama menanggulangi terorisme dan mengadakan pelatihan militer di masing-masing negara untuk melawan militan Negara Islam (ISIS).

Indonesia semakin khawatir dengan situasi keamanan, setelah beberapa serangan dalam setahun terakhir yang diduga dilakukan pendukung ISIS. Pemerintah telah mengerahkan 9.000 polisi dan tentara untuk kunjungan Raja Salman.

Lalu lintas ditutup dan para penembak jitu ditempatkan di sepanjang jalur yang dilewati konvoi Raja dari bandar udara ke Istana Bogor.

Ratusan anak memegang bendera Indonesia dan Saudi menyambut raja.

'Praktik-praktik Terbaik'

Raja Salman, yang berusia 80 tahunan, melakukan pembicaraan dengan Presiden Jokowi sementara hujan deras menyirami Istana.

"Sebagai negara Muslim terbesar di dunia, Indonesia akan selalu memiliki ikatan khusus dengan Arab Saudi," kata Presiden Jokowi.

"Indonesia dan Arab Saudi adalah dua negara besar yang memiliki pengaruh penting di wilayah ini, dan negara-negara kami seharusnya terus meningkatkan kerjasama dalam konteks bilateral dan internasional."

Jokowi mengatakan ia mengapresiasi bahwa kuota haji Indonesia, yang dikurangi setelah bencana haji 2015, telah dipulihkan dan ditingkatkan untuk 2017, yakni 221.000 orang.

Raja juga akan bertemu para pemimpin agama, berpidato di parlemen, dan mengunjungi Masjid Istiqlal hari Kamis sebelum melakukan kunjungan singkat ke Brunei dan berlibur di Bali.

Pemerintah berharap menarik miliaran dolar investasi dari Saudi, meskipun kunjungan ini juga akan fokus pada pengembangan hubungan budaya dan agama serta mendorong pendidikan.

Saudi ingin membuka lebih banyak sekolah Islam di Indonesia, yang akan mengajarkan agama dengan Bahasa Arab, dan meningkatkan jumlah beasiswa untuk murid-murid.

Kunjungan Raja ke Indonesia terjadi di saat pengaruh kelompok-kelompok Islamis pinggiran meningkat di negara ini dan para pemimpin Muslim semakin condong ke arah garis keras, berlawanan dengan reputasi negara ini yang dikenal moderat.

"Kedua negara menghadapi tantangan yang sama mengenai peningkatan radikalisme dan intoleransi, sehingga kerjasama di wilayah-wilayah ini akan bermanfaat," ujar Yenny Wahid, tokoh Muslim moderat dari Wahid Foundation.

"Arab Saudi telah bertindak agresif dalam program deradiklisasi dan rehabilitasi untuk teroris. Kita dapat belajar praktik-praktik terbaik satu sama lain."

Raja Salman memulai perjalanannya ke Asia di Malaysia, dan setelah Brunei dan Indonesia, ia akan mengunjungi Jepang, China, Maladewa dan Yordania. [hd]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG