Tautan-tautan Akses

Salah Masuk Apartemen dan Tembak Mati Tetangga, Polisi Dallas Dituntut 

Warga berunjuk rasa di Arlington, Texas, 16 September 2018, memprotes tewasnya dua warga kulit hitam: Botham Jean dan O'Shae Terry akibat tertembak polisi. (Foto: dok).
Warga berunjuk rasa di Arlington, Texas, 16 September 2018, memprotes tewasnya dua warga kulit hitam: Botham Jean dan O'Shae Terry akibat tertembak polisi. (Foto: dok).

Seorang mantan polisi di Dallas, di negara bagian Texas, Jumat (30/11) dituntut dengan pasal pembunuhan karena membunuh tetangganya yang berkulit hitam dan tidak bersenjata.

Amber Guyger mengatakan ia memasuki apartemen Botham Jean karena mengira itu adalah apartemennya. Jean tinggal di lantai empat kompleks apartemen itu, sementara Guyger tinggal di lantai tiga tepat di bawah apartemen Jean.

Guyger, polisi perempuan berkulit putih, mengatakan kepada tim penyelidik bahwa ketika Jean muncul dalam kegelapan apartemen itu ia melepaskan tembakan. Ia mengira Jean adalah penyusup ke apartemennya.

Tak lama setelah penembakan pada 6 September itu, Guyger dituduh melakukan pembunuhan tidak disengaja. Tetapi grand jury meningkatkan tuntutan menjadi pembunuhan.

Jika terbukti bersalah, Guyger dapat dijatuhi vonis penjara seumur hidup. Ia dapat menghadapi hukuman 20 tahun penjara dengan tuduhan pembunuhan.

“Selama ini kami menilai hal itu sebagai pembunuhan,” ujar jaksa distrik Dallas Faith Johnson.

Jean, yang berasal dari Pulau Saint Lucia di Karibia, berkuliah di sebuah kampus Kristen di Amerika dan bekerja di perusahaan akuntan PriceWaterhouseCoopers.

Dalam konferensi pers hari Jum’at (30/11), pengacara keluarga Jean, Lee Merritt, mengatakan tuntutan pembunuhan itu merupakan contoh yang langka bagaimana seorang polisi Amerika dituntut melakukan pembunuhan karena aksi kekerasan terhadap seorang laki-laki kulit hitam. “Ini terobosan, tetapi ini baru langkah awal,” ujar Merritt. “Kami menyadari bahwa perjalanan masih sangat panjang,” tambahnya. [em]

This item is part of
XS
SM
MD
LG