Tautan-tautan Akses

Saakashvili Tolak Serahkan Diri di Ukraina


Mantan presiden Georgia Mikheil Saakashvili, (tengah), dikelilingi oleh pendukungnya berbicara di telepon saat mereka berkemah di luar parlemen menuntut pengunduran diri presiden Ukraina, di Kiev, Ukraina, Rabu 6 Desember 2017.

Mantan presiden Georgia, yang kini menjadi politisi oposisi terkemuka di Ukraina, Rabu (6/12), mengatakan, ia tidak akan menyerahkan diri ke pihak berwenang Ukraina meski jaksa penuntut negara itu telah mengeluarkan sebuah ultimatum.

Pihak berwenang berusaha menangkap Mikheil Saakashvili di rumahnya di ibukota, Kiev, Selasa, namun ia berhasil melarikan diri berkat bantuan para pendukungnya. Saakashvili dan para pendukungnya kemudian berkemah di luar gedung parlemen, dan menuntut pengunduran diri presiden Ukraina. Jaksa Ukraina memberi Saakashvili waktu 24 jam untuk menyerahkan diri.

Berpidato di hadapan para pendukungnya, Rabu (6/12), ia mengatakan, jaksa Ukraina dipersilahkan untuk menemuinya namun ia tidak akan menyerahkan diri.

Polisi dan jaksa dilaporkan berusaha menemui Saakashvili, Rabu pagi, namun mendapat perlawanan dari para demonstran. Dua demonstran dan 11 polisi cedera dalam bentrokan itu.

Usaha penangkapan Saakashvili, yang kini dianggap pejuang anti-korupsi di Ukraina, menimbulkan kekhawatiran bahwa Ukraina akan menghadapi krisis politik yang paling akut sejak revoluisi tahun 2014.

Saakashvili mendapat dukungan luas di Ukraina melalui kampanye anti korupsinya, dengan menunggangi kefrustasian publik karena kegagalan President Petro Poroshenko mengatasi masalah itu. Saakashvili, telah memimpin sejumlah demonstrasi yang menuntut pengunduran diri Poroshenko, namun hingga sejauh ini belum membuahkan hasil. [ab/uh]

XS
SM
MD
LG