Tautan-tautan Akses

AS

Rusia Ejek Penyelidikan Kolusi AS Jelang Perilisan Laporan Mueller


Jaksa khusus AS Robert Mueller (saat itu menjabat sebagai Direktur FBI), memberikan keterangan di Gedung Capitol, Washington, D.C., 19 JUni 2013. (Foto: dok).

Jaksa khusus AS Robert Mueller masih belum merilis laporannya mengenai campur tangan Rusia pada pemilu presiden AS tahun 2016, namun Kremlin dikabarkan sudah berlatih mengeluarkan tanggapannya selama berbulan-bulan.

Tanggapan yang disampaikan Presiden Rusia Vladimir Putin, pembantu-pembantu dekatnya dan televisi pemerintah Rusia, sangat serupa dengan apa yang digambarkan Presiden AS Donald Trump. Trump dan Putin sama-sama menyebut penyelidikan itu sebagai upaya mengada-ada, dan terlaksana karena penolakan keras Partai Demokrat atas kekalahan mereka dalam pemilu itu.

“Mereka tidak mau mengakui kemenangan Trump dan melakukan segala hal untuk mendeligitimasi presiden," kata Putin pada konferensi pers tahunannya Desember lalu.

Mueller menyelidiki apakah kubu kampanye Trump berkoordinasi dengan Rusia dan apakah presiden melanggar penyelidikan itu.

Trump telah banyak dikritik karena menolak untuk mengecam secara terbuka campur tangan Rusia dalam Pemilu Presiden AS 2016, dan sepertinya menerima bantahan Putin terkait aktivitas tersebut.

Hubungan Trump dan Putin telah lama menjadi sumber intrik, baik di AS maupun di dunia. Trump berulangkali memuji sejawatnya yang otoriter itu sementara memperegang hubungan dengan sekutu-sekutu terdekat Washinghton.

Dalam satu dakwaan, Mueller telah menuduh Dinas Intelejen Rusia, GRU, meretas kubu kampanye Partai Demokrat dan merilis ribuan email melalui Wikileaks. Sebuah dakwaan lain menuduh sebuah situs internet Rusia yang dioperasikan Yevgeny Prigozhin, salah satu orang dekat Putin, menyebarkan berita bohong, di media sosial untuk meningkatkan dukungan bagi Trump dan merusak peluang pesaingnya, Hillary Clinton. Kremlin menolak tuduhan-tuduhan itu. [ab]

XS
SM
MD
LG