Tautan-tautan Akses

AS

Rusia Bayar Iklan Google untuk Guncang Pemilu AS


Donald Trump dalam kampanye pemilihan presiden AS di Phoenix, Arizona, 22 Agustus tahun 2016 lalu.

Agen-agen Rusia membayar puluhan ribu dolar iklan di mesin pencari internet raksasa Google tahun lalu, untuk membantu tokoh real estat Donald Trump memenangkan pemilihan presiden AS, menurut sebuah laporan baru surat kabar.

Orang yang mengetahui penyelidikan oleh Google mengatakan kepada harian Washington Post, perusahaan teknologi global itu mendapati, agen Rusia itu berusaha menyebarkan informasi rancu tentang pemilu 2016 di beberapa platform Google, termasuk situs video YouTube, pencarian Google dan program iklan DoubleClick-nya.

Penemuan oleh Google, menurut surat kabar itu, tampaknya menunjukkan, iklan tersebut bukan dari kelompok afiliasi Kremlin yang sama, yang membeli materi bertema pemilihan di situs media sosial populer Facebook.

Belum ada komentar langsung atas laporan itu dari pejabat Google atau AS.

Pengungkapan yang dilaporkan tentang hubungan Rusia dengan operasi Google muncul ketika beberapa komite Kongres sedang mengadakan penyelidikan beberapa bulan tentang campur tangan Rusia dalam pemilihan, sebuah kampanye yang telah disimpulkan oleh komunitas intelijen AS diarahkan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin untuk merongrong demokrasi AS dan membantu Trump mengalahkan penantangnya dari Partai Demokrat, mantan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton.

Mantan Direktur FBI, Robert Mueller sedang melakukan penyelidikan kriminal, termasuk apakah kampanye Trump berkolusi dengan agen-agen Rusia selama musim pemilu dan apakah Trump menghalangi penyelidikan dengan memecat kepala FBI, James Comey, yang memimpin penyelidikan tentang Rusia sebelum diambil alih Mueller. [ps/ii]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG