Tautan-tautan Akses

AS

Komisi Intelijen Peringatkan, Campur Tangan Rusia Belum Berakhir

  • Michael Bowman

Kubah gedung senat Amerika Serikat, Capitol Hill di Washington DC. (Foto: dok).

Komisi Intelijen Senat masih aktif menyelidiki apakah ada pihak-pihak tertentu di kubu kampanye President Donald Trump yang berkolusi dengan Rusia untuk mempengaruhi pemilu Amerika Serikat 2016.

Reporter VOA di gedung Kongres AS, Michael Bowman melaporkan, ketua komisi itu dan seorang tokoh penting Partai Demokrat mengatakan, campur tangan Rusia yang agresif bisa meluas dan semua negara bagian diperingatkan untuk waspada.

Komisi Intelijen Senat AS tidak mengungkapkan sesuatu yang mengejutkan dalam keterangannya kepada pers, Rabu, terkait orang-orang dekat Presiden Trump selama masa kampanye.

Ketua Komisi Intelijen, Senator Richard Burr dari Partai Republik, mengatakan, "Isu mengenai kemungkinan adanya kolusi belum bisa dihapus. Masih banyak yang harus kami lakukan terkait dugaan kolusi. Namun, kami mendapat gambaran yang semakin jelas mengenai apa yang terjadi.”

Meski demikian, setelah mewawancarai hampir 100 saksi dan mengevaluasi hampir 100 ribu dokumen, komisi itu mengungkapkan sejumlah kesimpulan.

Senator Mark Warner, anggota komisi itu dari Partai Demokrat, mengungkapkan, "Langkah-langkah aktif Rusia tidak berakhir pada hari Pemilu 2016.”

Sementara itu, Burr menambahkan, "Apa yang saya ingin kukuhkan adalah dinas intelijen Rusia itu kukuh dan pintar. Dan saya merekomendasikan agar semua kampanye dan semua pejabat pemilu memperhitungkan ini secara serius.”

Para penyelidik AS meyakini, para peretas Rusia berusaha untuk menerobos sistem pemberian suara di lebih dari 20 negara bagian. Para peretas itu tidak berhasil menyelesaikan misi mereka, dan, menurut Senator Burr, komisinya dapat mengukuhkan bahwa penghitungan suara total tidak terpengaruh.

Komisi itu juga mengingatkan, ancaman dari Rusia ini masih membayangi. Mereka mengatakan, bukan tidak mungkin, Rusia akan mempengaruhi pemilihan di dua negara bagian AS, yang akan berlangsung beberapa pekan lagi, dan pemilu sela yang berlangsung tahun depan.

Bagaimana Rusia memanfaatkan media sosial untuk menyebar informasi keliru dan menciptakan kekacauan juga menjadi sorotan.

Senator Warner mengungkapkan, "Saya prihatin karena pada awalnya sejumlah media sosial tidak menanggapi ancaman ini dengan cukup serius. Saya yakin kini mereka mengakui adanya ancaman itu. Mereka memberi kami informasi.”

Burr mengatakan, Rusia sangat berhasil menciptakan kekacauan pada setiap tingkatan pada pemilu tahun lalu. Apakah Kremlin melakukan itu dengan bantuan dari kubu kampanye Trump? Jawabannya masih diselidiki.

Mayoritas tim keamanan nasional Trump menyetujui kesimpulan komunitas intelijen bahwa Rusia mencampuri pemilu tahun lalu untuk mengusahakan kemenangan Trump. Namun, presiden, hingga sejauh ini, belum mengatakan, ia mempercayainya.

Selama penyelidikan, para anggota komisi itu dan staf penyelidik umumnya melangsungkan wawancara tertutup dengan beberapa orang dekat Trump dan komunitas intelijen. [ab/uh]

XS
SM
MD
LG